Rabu, 02 Juni 2010

Telkom Resmikan SME Center di Tanggulangin

PT TELEKOMUNIKASI Indonesia Tbk (Telkom) meresmikan Small Medium Enterprise (SME) Center di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Pusat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) itu dihadirkan dalam rangka mendukung dan mengembangkan bisnis UKM di daerah tersebut.

Pada kesempatan itu, Telkom juga menyerahkan bantuan kemitraan dana bergulir sebesar Rp 4,198 miliar untuk 171 UKM di Jawa Timur. Khusus untuk Sidoarjo diserahkan kepada 20 UKM senilai Rp 498 juta, dan secara simbolis diserahkan kepada lima pengusaha UKM pada acara ini.

“Penempatan SME Center di Tanggulangin ini mempunyai nilai strategic. Ini merupakan pilot project pertama di Indonesia di mana SME Center didekatkan dengan lokasi pengrajin UKM,” kata Executive General Manager (EGM) Divisi Business Service (DBS) Telkom Slamet Riyadi di Jakarta, Selasa (1/6).

Tanggulangin adalah kawasan sentra pengrajin yang cukup besar dan terkenal di Indonesia. Daerah ini menjadi salah satu ‘mesin penggerak’ ekonomi bagi Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu, kehadiran SME Centre ini diharapkan bisa membantu para pengusaha UKM di kawasan itu.

SME Centre adalah pusat komunikasi, pusat komunitas dan pusat komersial. Di SME Centre terdapat berbagai fasilitas perkantoran modern yang mendukung virtual office, seperti telepon, faksimili, akses internet, konferensi jarak jauh, dan SMS broadcast.

SME Centre juga bisa dijadikan media dan sarana bagi UKM untuk bertemu komunitas UKM, dan saling bertukar pikiran atau untuk transaksi secara online (e-commerce). SME Center juga menyediakan layanan informasi, showroom, konsultasi dan training.

Sementara itu, Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengharapkan, kehadiran SME Center di Tanggulangin dapat menggairahkan bisnis UKM di kawasan itu. Ia juga berharap dengan dukungan solusi teknologi informasi (TI) dari Telkom, sentra-sentra UKM di seluruh Indonesia makin tumbuh dan berkembang hingga berdaya saing global.

Pada kesempatan tersebut, lanjut Eddy, Telkom juga memberi kemudahan pemasangan akses internet Speedy bagi UKM di kawasan Tanggulangin serta masyarakat umum. Yakni, gratis pasang baru Speedy, gratis modem, gratis biaya instalasi, dan diskon abonemen sampai 37% selama enam bulan untuk seluruh paket layanan.


Lanjut ah...

Pelanggan Flexi di Area Timur Tembus 6,9 Juta

LIMA bulan di tahun 2010 ini performansi Flexi di area Timur tumbuh pesat. Pelanggan TelkomFlexi di Jatim, Bali, dan Nusra menembus angka 6,9 juta atau naik sekitar 10%. Pemicunya program Flexi Irit Mingguan yang diluncurkan awal Mei 2010.Dari jumlah pelangggan tersebut, tercatat 10% diantaranya menjadi pelanggan aktif Flexi Irit Mingguan.

“Kami menargetkan jumlah pelanggan aktif naik dua sampai tiga kali lipat di bulan Juni nanti,” kata General Manager Commerce TelkomFlexi area Jatim, Bali, dan Nusra, Suparwiyanto, Senin (31/5).

Suparwiyanto optimistis target tersebut bakal tercapai, karena respon pasar sangat baik, terutama di area Jawa Timur. “Bulan depan, kami akan gencarkan promo ke arah Bali dan Nusra. Kami memprediksi, selain irit, kemudahan berlangganan Flexi Irit Mingguan menjadi daya tarik program ini,” tambahnya.

Dikatakan Suparwiyanto selain irit, kemudahan berlangganan Flexi Irit Mingguan juga menjadi daya tarik program itu. Pelanggan Flexi cukup mengirim SMS dengan format 5000, dan dikirim ke 123, secara otomatis pulsanya untuk bicara Flexi to Flexi bertambah menjadi Rp 500.000,- dan bisa digunakan seminggu penuh ke seluruh Indonesia.

Sementara itu, meskipun terjadi kenaikan revenue dari pelanggan akses data FlexiNet, namun komposisi revenue yang diperoleh Flexi dari voice masih sangat dominan, berkisar 75 persen. Disusul SMS 15%, data 5%, serta konten 5%. “Sekarang, masyarakat kami tunjukkan betapa irit menggunakan Flexi baik untuk voice maupun data,” sebutnya.

Meskipun irit, namun dengan jumlah pemakai yang terus meningkat, growth revenue dari data malah naik 50 %rata-rata per bulan sejak awal 2010. Pelanggan aktif internet juga naik dari 25% menjadi 40%.

“Dari sisi voice, sejak program FIM ini diluncurkan, revenue kami dari voice juga mulai merangkat naik. Artinya, program ini adalah program win-win solution bagi pelanggan dan perusahaan," ujarnya.

Suparwiyanto menambahkan faktor lain keberhasilan di sisi pemasaran, pembangunan infrastruktur dan peningkatan network performance TelkomFlexi juga menjadi hal yang kruasial bagi meningkatnya loyalitas pelanggan.

“Masyarakat makin percaya karena beberapa titik kepadatan trafik Flexi sudah bisa disolusikan dengan program optimasi network secara terus menerus,” jelas Suparwiyanto.

I Ketut Budi Utama, General Manager Network Service TelkomFlexi area Jatim, Bali, dan Nusra menambahkan jika infrastruktur TelkomFlexi masih cukup melayani lonjakan pelanggan. Saat ini ada 1500 BTS meng-cover area Jatim, Bali, dan Nusra, 1.315 sites diantaranya berlokasi di Jawa Timur. “Sampai akhir 2010 ini, kami masih akan menambah 167 BTS lagi,” kata Ketut.

Saat ini keberhasilan panggil pelanggan TelkomFlexi sampai 97,6 persen dan angka drop call 0,5%.



Lanjut ah...

Pelanggan Esia Mencapai 11 Juta

PELANGGAN Esia hingga kuartal I-2010 mencapai 11 juta atau naik 37,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Keberhasilan itu tidak lepas dari langkah konsisten PT Bakrie Telecom Tbk untuk terus mengeluarkan produk-produk inovatif.

”Dengan pencapaian tersebut, Bakrie Telecom berusaha keras untuk menggapai targetnya menjadi 14 juta pelanggan pada akhir 2010. Ini sekaligus mewujudkan visinya untuk menjadi operator pilihan masyarakat serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan telekomunikasi yang murah dan berkualitas,” demikian siaran pers Bakrie Telecom, Selasa (1/6).

Langkah Bakrie Telecom itu antara lain meluncurkan Program Esia GANAS (Gratis Nelpon Nasional) tidak saja memperkuat posisi Esia sebagai produk yang memberikan tarif termurah, tapi juga mampu mendorong tingkat penggunaan telepon yang berdampak pada ARPU (Average Revenue Per User). Selain itu, program bundling, seperti Hape Esia Gayaku dan Hape Esia Online.

Selain pertumbuhan pelanggan yang signifikan, kinerja keuangan Bakrie Telecom juga positif pada kuartal I-2010. Pendapatan usaha Rp 894 miliar atau naik 9,5% dibanding periode sama tahun lalu. Pendapatan bersih sebesar Rp 708 miliar atau meningkatkan 7,6%. Laba bersih Rp 29 miliar atau tumbuh 407%.

Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi menjelaskan, perseroan akan terus menjaga langkah efisiensi sehingga mampu mempertahankan catatan positif kinerja keuangan. ”Bersamaan dengan itu kami juga akan makin agresif menjangkau kebutuhan layanan data melalui Bakrie Connectivity,” ujar Abi.

Apalagi Bakrie Telecom juga telah mendapatkan kepercayaan investor internasional melalui dukungan penyediaan dana US$ 250 juta dari hasil global bond. Dana ini akan dimanfaatkan untuk refinancing maupun pengembangan usaha di layanan data broadband.

”Tentunya kami ingin memanfaatkan dan sekaligus menjaga kepercayaan ini. Kami akan bekerja keras agar pertumbuhan Bakrie Telecom semakin baik lagi”, jelasnya.



Lanjut ah...

Selasa, 01 Juni 2010

PT Pos Gandeng Solusi Online Telkomsel

TELKOMSEL menandatangani kerja sama dengan PT Pos Indonesia di wilayah Jawa Timur untuk penyediaan solusi interkoneksi online di seluruh kantor cabang Pos di wilayah Jawa Timur, yang saat ini berjumlah lebih dari 570 cabang. Telkomsel mendukung perusahaan yang memerlukan solusi andal untuk menunjang kebutuhan operasionalnya.

Kadivre PT Pos Wilayah VII Jawa Timur T Widodo mengatakan, nota kesepahaman ini mencakup penyediaan layanan Interkoneksi Online (GPRS Secured Acces) yang memungkinkan pelanggan korporasi memiliki akses GPRS yang aman ke IT environment dengan cara membuat APN khusus perusahaan tersebut didalam jaringan GPRS Telkomsel.

"Dengan layanan ini perusahaan mendapatkan kinerja akses GPRS yang sangat tinggi dan terjamin dengan kualitas terbaik serta infrastruktur jaringan Telkomsel terluas. Selain itu tingkat efisiensi akan sangat tinggi dengan sistem pentarifan yang fixed setiap bulan untuk semua aplikasi dan pengguna di perusahaan tersebut," kata Widodo di Surabaya, pekan lalu.

Widodo menambahkan, dengan menggunakan layanan ini akan menjadi solusi bisnis yang sangat efektif bagi perusahaan karena sangat memudahkan dalam pengaturan biaya untuk operasional. Dengan begitu diharapkan terciptanya peningkatan terhadap pendapatan perusahaan. Cukup banyak produk yang bisa dikembangkan dengan kerjasama Telkomsel ini. Mulai dari layanan remittance, pembayaran online, mobile tracking dan lain-lain.

General Manager Regional Account Management Telkomsel area Timur Nyoman Adiyasa menambahkan, kerjasama ini merupakan sinergi yang baik sekaligus sebagai komitmen Telkomsel dalam memberikan solusi yang efisien dari sisi biaya dengan kualitas yang andal serta jaringan terluas untuk dapat melayani seluruh kantor cabang PT Pos di Jatim sebanyak 570 kantor cabang.

"Kerja sama ini merupakan bentuk kelanjutan kerja sama antara Telkomsel dengan PT Pos Indonesia yang sebelumnya telah di tandatangani oleh Direktur Utama masing-masing beberapa waktu yang lalu. Kini lebih di lokalkan di daerah," jelasnya.

Telkomsel memiliki komitmen untuk dapat memberikan solusi bisnis yang akan sangat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan operasional PT Pos seperti : Mobile Virtual Private Network (MVPN) yang dapat menghemat biaya komunikasi sesama karyawan PT Pos, Web2SMS yang dapat memberikan informasi kepada pelanggan maupun karyawannya melalui media SMS, dan masih banyak lainnya.



Lanjut ah...

Telkomsel Beri Diskon 36%

TELKOMSEL yang tengah merayakan hari jadinya ke-15, menawarkan diskon hingga 36% untuk pembelian berbagai ponsel bundling, seperti BlackBerry dan Nokia. Ponsel lain yang mendapat diskon antara lain Nexian G381i, TiPhone T88, Dezzo D633, Huawei G6600, serta produk bundling lain.

Vice President Product Marketing Telkomsel Lindayanti Harjono mengatakan, penawaran spesial dalam balutan Telkomsel Customer Day ini berlaku serentak hingga 30 Mei 2010) di delapan kota besar di Indonesia. Yakni, Jakarta (Mall Artha Gading), Bandung (Bandung Indah Plaza), Semarang (Mall Ciputra), Surabaya (Tunjungan Plaza 1), Medan (Medan Fair), Pekanbaru (Mall SKA), Balikpapan (Balikpapan Center), dan Manado (Manado Town Square).

"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada pelanggan atas kepercayaannya memilih produk Telkomsel," kata Lindayanti Harjono dalam keterangannya, akhir pekan lalu.

Pelanggan juga bisa mengakses internet berkecepatan tinggi Telkomsel Flash secara gratis selama enam bulan dengan membeli paket bundling notebook dan modem selama pameran berlangsung. Beragam paket bundling notebook tersedia dengan harga khusus mulai dari Rp 3 juta dan modem mulai dari Rp 500 ribu.

Pengunjung yang membeli Paket Turbo iPhone 3GS Telkomsel seharga Rp 7,099 juta langsung mendapat gratis layanan data 500 MB dan 20 MMS per bulan selama setahun serta iPhone case.


Lanjut ah...

Telkom Terima Anugrah ‘Greatest Brand of Decade’

PT TELEKOMUNIKASI Indonesia Tbk (Telkom) menerima anugerah Editor’s Choice dan Netizen’s Choice untuk katagori Corporate Brand dalam penobatan Greatest Brand of Decade. Penghargaan dari MarkPlus dan Komunitas Marketeers ini berkat keberhasilan Telkom mempertahankan keunggulannya di tengah ketatnya kompetisi.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, anugrah sebagai Greatest Brand of Decade ini mencerminkan usaha dan kinerja Telkom selama ini. Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang cenderung semakin keras, Telkom masih bisa menunjukan kinerja yang baik.

“Telkom akan terus menjadikan strategi Strengthen the core and grow new wave sebagai acuan dalam menjaga kesinambungan dan meningkatkan performansi bisnis Telkom ke depan. Upaya untuk mempertahankan keunggulan Telkom di seluruh produk dan layanan pada akhirnya berhasil meningkatkan performansi persaingan usaha yang semakin ketat, ” kata Eddy Kurnia dalam siaran pers, Senin (31/5).



Lanjut ah...

7 Lisensi BWA Resmi Dibatalkan

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akhirnya secara resmi mencabut tujuh lisensi BWA milik tiga pemenang tender. Namun, Kemenkominfo tetap membiarkan PT Berca Hardayaperkasa yang hingga kini belum membayar denda keterlambatan pembayaran.

Demikian ditegaskan Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Senin (31/5). Namun, juru bicara Wireless Telecom Universal (WTU) Roy Rahajasa Yamin mengaku belum mendapat putusan resmi dari Menkominfo. Pihaknya juga belum memutuskan apakah akan mengambil langkah hukum atas pencabutan lisensi itu.

Tujuh lisensi Broadband Wireless Access (BWA) pada frekuensi 2,3 GHz yang dicabut itu adalah satu lisensi milik PT Internux, tiga lisensi milik Konsorsium PT Comtronics Systems dan PT Adiwarta Perdania, dan tiga lisensi milik Konsorsium Wireless Telecom Universal (WTU).

“Secara prinsip, bagi pemenang yang yang terlambat membayar kewajibannya akan mendapat sanksi,” tegas Tifatul kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/5).

Sebelum pencabutan, Kemenkominfo memberikan tiga kali peringatan sekaligus tenggat waktu tambahan kepada para pemenang yang belum melunasi kewajiban membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi dan upfront fee. Keterlambatan dalam melunasi kewajiban juga diganjar sanksi denda sebesar 2%. PT Berca Hardayaperkasa menjadi salah satu pemenang yang belum menebus denda tersebut sejak November 2009.

Dalam proses pemenuhan kewajiban, beberapa pemenang sempat mengajukan keringanan dalam bentuk penundaan atau instalasi pembayaran. “Dalam tender ini, kami hanya menangani masalah teknis. Kalau mereka minta keringanan, mereka harus mengajukan kepada Kementerian Keuangan karena itu menyangkut Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ujar Tifatul.

Pascapencabutan tiga perusahaan pemenang tujuh lisensi BWA itu, pemerintah bersiap menyusun regulasi untuk mencari pemain baru di tujuh zona yang saat ini kosong. Zona-zona tersebut antara lain zona 4 (Jabodetabek dan Banten), zona 5 (Jawa Barat minus Botabek), zona 6 (Jawa bagian Tengah), zona 7 (Jawa bagian Timur), zona 9 (Papua), zona 10 (Maluku dan Maluku Utara), serta zona 15 (Kepulauan Riau termasuk Batam dan Bintan).

Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan memperkirakan, besaran harga penawaran (reserved price) pada tujuh zona ini tetap sama dengan harga yang ditawarkan pada awal tender 2009. Tahun lalu, pemerintah mengajukan reserved price pada 15 zona dengan nilai total Rp 52,35 miliar. Zona 4 menjadi titik termahal dengan harga penawaran Rp 15,16 miliar per blok.

Pemerintah tetap membuka kesempatan kepada semua peminat, termasuk kepada pemenang yang izinnya telah dicabut. “Salah satu opsi untuk pemenang yang gagal bayar (default) adalah pemberian privilege kepada mereka dalam tender ulang,” jelas Budi Setiawan.

WTU Keberatan

Juru bicara WTU Roy Rahajasa Yamin mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi mengenai keputusan Menkominfo pada 27 Mei 2010 yang mencabut lisensi BWA milik WTU. Keputusan ini dinilainya sepihak, karena dilakukan tanpa ada pemberitahuan resmi kepada konsorsium. Meski demikian, WTU belum akan mengambil langkah hukum kepada Kemenkominfo, karena masih menunggu surat resmi tersebut.

“Kami kecewa dengan keputusan Kemenkominfo, karena kami sudah bayar lunas beserta dendanya seluruh kewajiban BHP dan Up Front Fee. Sampai saat ini belum ada surat resmi yang kami terima. Jadi kami menunggu dulu surat resminya untuk dipelajari setelah itu diputuskan langkah selanjutnya,” kata Roy kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (31/5).

Menurut dia, WTU tidak bisa disamakan dengan konsorsium atau perusahaan lain yang gagal memenuhi kewajibannya. Sebab, WTU telah membayar seluruh kewajiban beserta dendanya. “Mestinya tidak perlu seperti ini (dicabut, red) semuanya kan sudah kita selesaikan,” ujarnya.

Ketika disinggung soal kemungkinan opsi dari pemerintah yang akan memberikan privilage kepada WTU dalam tender ulang, Roy menilai, opsi itu cukup baik, namun memboroskan waktu dan energi. Di satu sisi, kata dia, WTU sudah membayar semua kewajiban. “Ini berarti kami kembali ke titik awal, karena harus ikut lagi proses yang panjang dan melelahkan. Ini tentu pemborosan,” tanya Roy.

Untuk itu, dia mempertanyakan sikap Kemenkominfo yang terkesan bersikap tanpa toleransi kepada WTU. “Kenapa seolah-olah untuk kami tidak ada toleransi sedikitpun, tetapi kalau operator yang besar-besar menunggak BHP tidak diapa-apakan,” ucapnya.

Roy menegaskan, pihaknya akan segera menggelar rapat internal konsorsium WTU, untuk menentukan sikap atas keputusan yang dilakukan Kemenkominfo.


Lanjut ah...