Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh menunjuk dua pejabat pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan Dirjen Postel dan Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI). Kedua nama yang ditunjuk bukanlah orang baru, yakni Basuki Yusuf Iskandar sebagai Plt Dirjen Postel dan Bambang Subiantoro sebagai Plt Dirjen SKDI.
Basuki yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Depkominfo kembali lagi ke meja kerja lamanya, Dirjen Postel, melakukan kerja rangkap untuk sementara. Sedangkan, Bambang yang jabatan struktural definitifnya adalah Direktur Usaha Penyiaran.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto menjelaskan, penetapan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Menkominfo No 253/2009 dan No 254/2009. Kedua pejabat Plt ini mulai aktif merangkap jabatannya mulai 21 Agustus 2009 sampai dilantiknya pejabat definitif oleh Presiden nanti.
“Kedua pejabat Plt tersebut mendapat kewenangan penuh dalam menjalankan tugas-tugas pokok dan fungsinya. Mereka juga berhak memutuskan kebijakan dan regulasi strategis yang harus ditangani,” kata Gatot di Jakarta, Selasa (25/8).
Dua kursi yang lowong ini memang mengemban tugas-tugas yang kritikal dan harus segera diselesaikan. Ditjen SKDI memiliki beberapa ‘peer’ seperti masalah TV berjaringan yang harus diselesaikan pada Desember 2009, penerapan regulasi Internet Protocol Television (IPTV), dan uji laik TV digital. Ditjen Postel yang disebut-sebut mengemban tugas yang paling berat di jajaran Depkominfo juga masih harus berkutat dengan proyek USO Desa Pinter, Palapa Ring, pemberian izin prinsip BWA, dan yang paling hangat adalah persetujuan pemerintah terhadap berdirinya layanan purna jual BlackBerry.
Khusus masalah terakhir, Depkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah melakukan kunjungan konkret untuk melakukan penilaian. Sekarang, regulator sedang menentukan keputusan akan kelayakan sentra purna jual BlackBerry yang berlokasi di Sunter, Jakarta. Seperti komitmen yang dijanjikan pihak Research In Motion (RIM), mereka akan membuka enam sentra layanan purna jual BlackBerry serentak pada hari ini (26/8).
Saat ini, Depkominfo sedang memproses penunjukan pejabat struktural definitif untuk jabatan Dirjen Postel dan Dirjen SKDI. Proses tersebut meliputi tahap rekruitmen, penilaian oleh tim penilai akhir, pengesahan oleh Presiden, sampai pelantikan.
Telah dimuat di Investor Daily edisi Rabu, 26 Agt 2009
Rabu, 26 Agustus 2009
Basuki Ditunjuk Sebagai Plt Dirjen Postel
Rabu, 19 Agustus 2009
Operator 3 Perkuat Investasi di Indonesia
PT Hutchinson CP Telecom Indonesia (HCPTI), operator Tri (3), belum berencana mengubah rencana bisnis 2009 terkait komitmen Hutchinson Telecom International (HTI) Ltd untuk mengembangkan pasarnya di Indonesia. Soalnya, rencana bisnis yang ditetapkan saat ini sudah termasuk agresif untuk melakukan penetrasi pasar.
“Dalam dua tahun saja pada awal kehadiran 3, kami sudah agresif dan mungkin kami operator yang paling agresif,” kata Chief Commercial Officer (CCO) PT HCPTI Suresh Reddy di Jakarta, pekan lalu.
Sejak awal beroperasi pada 2007, PT HCPTI berkomitmen untuk menyediakan belanja modal (capex) sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 10 triliun. Dana capex itu dipergunakan untuk investasi hingga 2010.
Setelah lebih dari dua tahun beroperasi, operator 3 telah hadir di 21 provinsi dan melayani 6,4 juta pelanggan di 3.000 kecamatan, yang tersebar dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Sulawesi. Jaringan base transceiver station (BTS) hingga kuartal II 2009 mencapai 7.300 BTS.
Penetrasi ini, kata Suresh, tidak akan berhenti sampai di sini, karena manajemen PT HCPTI masih akan melanjutkan ekspansinya mengingat potensi pasar Indonesia yang masih sangat besar.
Oleh sebab itu, ujar dia, pemegang saham memiliki komitmen untuk mengembangkan pasar GSM di Indonesia. Akan tetapi, belum bisa dipaparkan alokasi investasi yang akan dibenamkan.
HTI, induk usaha HCPTI, baru-baru ini melepas kepemilikan sahamnya di Partner Communications sebesar 51,3% pada Scailex. Nilainya US$ 1,38 miliar. Scailex akan membeli 78,94 juta lembar saham Partner senilai US$ 17,5 per lembar. Proses transaksi itu diharapkan selesai pada kuartal IV tahun ini. Hasil penjualan saham itu akan digunakan HTI untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi di Indonesia, Vietnam, dan Srilangka.
Hingga sekarang, manajemen PT HCPTI masih ingin merampungkan rencana bisnis yang sudah ditetapkan. Rencana bisnis ini malah menjadi bukti komitmen perusahaan untuk berkiprah lebih luas lagi dari sebelumnya. Krisis keuangan global yang berpengaruh pada sendi-sendi keuangan perusahaan, bagi PT HCPTI masih aman.
Tri Sambut Ramadhan
Dalam dua tahun beroperasi, ujar Suresh, Tri telah melewati masa Ramadhan dan Lebaran dengan memberikan layanan dan kenyamanan bagi pelanggan. Jaringannya mendukung untuk lonjakan panggilan dan trafik SMS yang terjadi selama dua tahun sebelumnya.
“Jaringan kami telah siap, terutama di jalur mudik, yang telah ditetapkan telah masuk cakupan layanan kami dan telah dioptimalkan,” kata dia.
Dia menuturkan, penambahan kapasitas sudah ditempuh hingga di atas 50% untuk trafik telepon dan SMS. Bahkan, kapasitas ini mengatasi kenaikan trafik SMS pada jam-jam sibuk.
Untuk mendekatkan pelanggan dengan kerabat, Tri meluncurkan telepon gratis setelah panggilan kelima. Disamping itu, pelanggan bisa menikmati gratis ke sesama operator dan antaroperator setelah SMS keenam. Tarif SMS Tri adalah Rp75 per SMS. Sedangkan untuk menelepon ke 90 negara lain tersedia tersedia tarif Rp 199 per menit dengan kode akses 01089.
22 Dinas Pendidikan Jabar Gunakan Aplikasi Telkom
Sebanyak 22 Dinas Pendidikan se-Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman penerapan Sistem Informasi dan Aplikasi Pendidikann (SIAP) dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).
Acara penandatangan yang dilakukan di Bandung, Rabu (19/8) tersebut dihadiri Direktur Enterprise & Wholesale Telkom Arief Yahya, Direktur IT & Supply Telkom Indra Utoyo, seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota se-Jabar dan Banten, dan General Manager Unit Enterprise III Telkom Azis Sidqy.
Arief Yahya mengatakan, sistem aplikasi ‘Telkom Siap On Line’ ini dikembangkan Telkom sebagai solusi layanan di bidang pendidikan. Aplikasi ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan aplikasi pendukung proses pembelajaran dan pengelolaan data kependidikan bagi masyarakat dengan basis layanan teknologi informasi.
”Sebagai operator ICT (teknologi informasi dan komunikasi) terbesar di Indonesia, Telkom terus menerus melakukan upaya pengembangan teknologi informasi guna memberikan solusi terbaik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin kompleks di segala bidang,” kata Arief Yahya.
Sementara itu, Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, dunia pendidikan membutuhkan solusi ICT. Telkom menjawabnya dengan menghadirkan layanan ‘Telkom Siap On Line’. Program ini merupakan pengembangan program Telkom Internet Go To School (IG2S) untuk mendukung komunitas pendidikan.
Kerja sama ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan antara Telkom dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. “Telkom sebagai satu-satunya operator telekomunikasi milik bangsa Indonesia memang sudah selayaknya memberikan yang terbaik untuk kepentingan bangsa Indonesia,” ujar Eddy Kurnia.
Bayar Rp 1.500, XL Gratiskan 500 SMS ke Semua Operator
PT Excelcomindo Pratama Tbk (EP) meluncurkan program promo paket SMS Rame (murah meriah). Dengan membayar mulai Rp 1.500, pelanggan XL Prabayar mendapatkan 500 SMS ke semua operator. Promo ini berlaku secara nasional sejak 15 Agustus hingga 15 Oktober 2009.
Direktur Marketing PT EP Nicanor V Santiago mengatakan, pada bulan Ramadhan, kebutuhan pelanggan untuk berkomunikasi biasanya meningkat dan SMS menjadi pilihan favorit. ”Karena itulah XL meluncurkan promo Paket SMS Rame yang menawarkan empat paket SMS murah sebagai salah satu upaya kami dalam memenuhi berbagai kebutuhan berkomunikasi pelanggan,” kata Nicanor di Jakarta, Rabu (19/8).
Nicanor menambahkan, promo tarif 500 SMS ini terdiri atas empat paket, yaitu paket Rp 1.500 (mendapatkan 500 SMS dengan masa berlaku jam 00.00 - 17.00), paket Rp 2.000 (500 SMS dengan masa berlaku satu hari penuh), paket Rp 3.000 (500 SMS berlaku dua hari) dan paket Rp 5.000,- (500 SMS berlaku tujuh hari).
Untuk menikmati promo ini, pelanggan baru maupun lama cukup menghubungi *500# lalu memilih menu Paket SMS.
Apabila kuota paket SMS-nya sudah habis atau masa berlaku paket sudah berakhir, pelanggan masih memiliki kesempatan mendapatkan tarif SMS yang sangat murah dari XL. Pelanggan bisa mendapatkan bonus 300 SMS setelah mengirim delapan SMS dalam rentang waktu 00.00 – 17.00 dan 17.00 – 24.00 untuk area Jakarta dan sekitarnya, dan 00.00 – 18.00 dan 18.00 – 24.00 untuk area lainnya. ”Jadi total bonus SMS yang didapatkan pelanggan adalah 600 SMS selama sehari,” kata Nicanor.
Layanan Paket SMS Murah Meriah ini akan didukung dengan jaringan XL yang , per akhir Juni 2009 telah mencapai lebih dari 18.128 base transceiver station (BTS), baik 2G dan 3G). Selain itu, PT EP juga memiliki jaringan fiber optic yang membentang di sepanjang pulau Jawa dan tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke pulau Sumatera, Batam, Kalimantan dan Sulawesi.
Selasa, 18 Agustus 2009
Telkomsel Rampungkan Program USO Tahun Ini
=> SELAIN LAYANAN SUARA, JUGA AKSES INTERNET
JAKARTA – Telkomsel bertekad menyelesaikan pembangunan telepon di 24.056 desa dalam kerangka USO pada tahun ini. Selain menghadirkan layanan suara dan SMS, operator terbesar di Indonesia itu juga berniat menghadirkan layanan data dan konten yang berhubungan dengan aktivitas bisnis di desa tersebut.
Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, hingga kini Telkomsel sudah merampungkan pembangunan jaringan telepon perdesaan dalam kerangka Universal Service Obligation (USO) pada 6.000 desa. Peresmiannya telah dilakukan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar di Desa Mesigit, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, pekan lalu.
“Kami mengerahkan seluruh kemampuan kami untuk menyelesaikan pembangunan telepon perdesaan dalam kerangka USO pada tahun ini juga. Mudah-mudahan tidak ada halangan,” kata Sarwoto kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (13/8).
Pernyataan Sarwoto itu bersamaan dengan peresmian jaringan telepon dalam kerangka USO di Desa Mesigit. Peresmiannya dilakukan Basuki Yusuf Iskandar yang berkesempatan mencoba layanan voice dan internet. Ini merupakan bagian dari layanan Desa Pintar yang dihadirkan Telkomsel.
Sarwoto mengatakan, Telkomsel tidak sekadar membangun jaringan telepon di desa-desa terpencil itu. Berbagai layanan dan konten disiapkan untuk menumbuhkembangkan potensi desa. Oleh karena itu, sebelum membangun jaringan telekomunikasi di desa-desa itu, Telkomsel terlebih dulu melakukan survei tentang potensi ekonomi di daerah itu.
“Kami ingin sekaligus membangun desa-desa itu. Karena itu, kami hadirkan Desa Pintar, yang di dalamnya ada semacam Pusat Informasi Perdesaan, yang terhubung dengan internet,” kata dia.
General Manager Sales & Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel I Ketut Susila Dharma mengatakan, penggelaran program USO di Desa Mesigit Kecamatan Lais ini merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam upaya melayani dan memajukan seluruh negeri. Melalui inovasi dan integrasi teknologi, Telkomsel menghadirkan solusi yang tepat bagi wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi.
Di Desa Mesigit, lanjut Ketut, Telkomsel akan menghadirkan layanan Pusat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan (Pusyantip), Portal Lumbung Desa, serta Desa Pintar yang dilengkapi komputer dan layanan internet.
Layanan Pusyantip dan Portal Lumbung Desa ini dimaksudkan untuk memajukan perekonomian daerah. Seluruh nomor Fixed Wireless Telephone (FWT) di 24.056 desa USO dapat berbagi informasi via SMS, seperti kebutuhan pupuk, bibit, hasil panen, hasil laut, dan lain-lain. Informasi ini akan diteruskan ke Portal Lumbung Desa dan situs internet, sehingga semua pihak bisa tahu kendala dan potensi suatu daerah.
Sedangkan Desa Pintar, kata Ketut, dimaksudkan untuk menghilangkan kesenjangan informasi dan pendidikan. Dengan adanya komputer yang dilengkapi akses internet, masyarakat dapat mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya.
Setelah resmi memenangi lima dari tujuh blok yang ditawarkan lewat tender USO pada Januari 2009, Telkomsel mulai menggelar proses tender untuk pengerjaannya. Hingga Agustus ini, Telkomsel telah merampungkan 25% dari target yang diberikan.
Corporate Communication Manager Telkomsel Suryo Hadiyanto mengatakan, Telkomsel memang telah menyiapkan teknologinya untuk dipasang di desa-desa yang menjadi target USO. Teknologi Pico BTS itu merupakan hasil karya anak bangsa yang bekerja di Telkomsel, dan telah diterapkan di beberapa desa terpencil jauh sebelum memenangi tender USO.
Selain lebih murah, BTS Pico tidak perlu dipasang di atas menara yang tinggi. Pemasangannya pun tidak membutuhkan waktu hingga 1-2 bulan, melainkan hanya dalam hitungan jam. “Setelah menang tender USO, kami mengerahkan semua kemampuan untuk memproduksi Pico BTS, berikut modem VSAT IP dan power supply-nya,” kata dia.
Tulisan ini telah dimuat di Investor Daily edisi Selasa 18 Agustus 2009
Telkomsel Minta Pemda Dukung USO
JAKARTA - Telkomsel berharap pemerintah daerah (pemda) mendukung langkah pembangunan jaringan telepon perdesaan dalam kerangka Universal Service Obligation (USO). Dukungan itu diharapkan bisa memperlancar dan memuluskan rencana Telkomsel merampungkan pembangunan jaringan telepon di 24.056 desa terpencil pada tahun ini juga.
“Ada daerah-daerah yang bukannya mendukung Telkomsel membangun jaringan telepon di daerahnya, malah menghambat. Saya tidak usah sebutkan nama daerahnya, tapi itu di luar Jawa. Kami harap pemda bisa bantu dalam hal perizinannya,” kata Dirut Telkomsel Sarwoto Armosutarno di Jakarta, Selasa (18/8).
Sarwoto mengatakan, pembangunan jaringan telepon di desa-desa terpencil itu membutuhkan usaha yang keras. Bukan hanya lokasinya yang jauh dan terisolasi, juga harus disertai dengan sosialisasi dan edukasi kepada warga setempat. “Kami tidak hanya menghadirkan layanan telepon, melainkan layanan yang komplet, termasuk akses internet berikut konten aplikasi untuk menunjang aktivitas ekonomi di daerah itu,” kata dia.
Telkomsel memenangi tender USO pada lima blok dari tujuh blok yang ditawarkan pemerintah. Dari lima blok itu, Telkomsel mendapat tanggung jawab untuk membangun 24.056 desa dengan dana sebesar Rp 1,6 triliun. Hingga akhir pekan lalu, Telkomsel telah merealisasikan pembangunan di 6.000 desa, yakni di desa Mesigit, Bengkulu Utara dan telah diresmikan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar.
Sarwoto mengatakan, hingga September ini pihaknya menargetkan bisa merampungkan pembangunan jaringan telepon di 10 ribu desa. Fokusnya adalah di daerah Jawa dan Sumatera. “Sisanya yang 14 ribu desa lebih akan kami kebut sehingga bisa rampung pada akhir tahun ini juga,” kata dia.
Corporate Communication Manager Telkomsel Suryo Hadianto mengatakan, setiap desa tidak hanya mendapat layanan telepon, melainkan juga layanan komunikasi data untuk menunjang aktivitas ekonomi daerah setempat. Telkomsel juga menyediakan perangkat fixed wireless terminal (FWT). “Kalau cuma sekadar kring, itu tidak sulit. Yang sulit adalah bagaimana agar jaringan telepon yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat,” kata Suryo.
Mengenai FWT, Sarwoto menyatakan, pihaknya sempat mendapat musibah akibat terbakarnya kapal yang mengangkut sekitar 8.000 perangkat FWT di Hong Kong beberapa waktu lalu. “Akibatnya kami sempat kehilangan waktu dua sampai tiga minggu. Namun, secara keseluruhan realisasi pembangunannya masih on schedule,” kata dia.
Berita ini telah dimuat di Investor Daily edisi 19 Agustus 2009
Rabu, 11 Februari 2009
Tiap Menit, Satu BlackBerry Terjual
JAKARTA-Tiga operator telepon seluler Indonesia, Telkomsel, Indosat dan XL, bersaing dan berlomba memasarkan BlackBerry (BB), produk ponsel pintar dari Kanada. Dalam tiga pekan terakhir, ketiga operator itu berhasil menggaet 1.595 pelanggan BB tiap hari. Artinya, tiap menit, satu BB laku. Pantas BB ilegal marak.
Tiga pekan lalu, ketika Research In Motion (RIM), produsen BB asal Kanada, meluncurkan dua produk BB terbaru, Curve 8900 dan Pearl Flip 8220 pada 20 Januari 2009, total pelanggan BB dari tiga operator itu sebanyak 81,5 ribu. Indosat memiliki 32,5 ribu pelanggan, XL 27 ribu, dan Telkomsel 22 ribu. (Investor Daily, 21 Januari 2009)
Kini, total pelanggan BB di Indonesia dari tiga operator tersebut sudah mencapai 115 ribu. Indosat 45 ribu, Telkomsel 40 ribu, dan XL 30 ribu. Total 115 ribu pelanggan BB. Akhir tahun ini, pelanggan BB di Tanah Air bisa mencapai 300-400 ribu.
“BB sekarang sudah jadi lifestyle, mas. Bahkan korporasi pun tidak hanya memberikan jatah BB kepada jajaran top management, tapi juga ke level middle management,” kata Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (11/2).
Tiga operator itu menargetkan, pelanggan BB masing-masing operator bisa mencapai 100 ribu pada akhir tahun ini. “Tapi kami optimistis, pelanggan BB Telkomsel bisa lebih dari 100 ribu akhir tahun ini,” kata Corporate Communication Manager Telkomsel Suryo Hadianto kepada Investor Daily, Rabu (11/2).
Keyakinan Suryo itu didasarkan pada pencapaian Telkomsel baru-baru ini setelah mencatat pertumbuhan pelanggan BB tertinggi di Asia Tenggara. Selama Desember 2008 ada 9.435 aktivasi baru. Hal ini tak lepas dari kepeloporan Telkomsel sebagai operator pertama di dunia yang memperkenalkan metode aktivasi BB lewat SMS. Telkomsel juga sebagai operator pertama di Asia Tenggara yang menyediakan layanan BB prabayar.
“Selain itu, sukses meraih pelanggan hingga 40 ribu itu tidak lepas dari jaringan dan kapasitas kami yang besar dan luas. Jaringan BTS kami sekarang lebih dari 27 ribu, dan Node-B (BTS 3G) 4.000 yang akan kami tingkatkan menjadi 7.500 Node-B hingga akhir tahun ini. Belanja modal Telkomsel tahun ini kan US$ 1,5 miliar,” kata Suryo.
Berlangganan BB dengan biaya Rp 150-180 ribu per bulan, pelanggan bisa sepuasnya mengakses internet lewat perangkat BB-nya, akses email hingga 10 account sekaligus, chatting lewat Yahoo atau BB, atau meng-update Facebook. Sedangkan untuk bertelepon atau mengirim SMS, pelanggan tetap dibebankan biaya sesuai tarif yang berlaku dari operator masing-masing.
Oleh karena itu, ketiga operator itu menyediakan layanan prabayar. Bahkan Indosat menawarkan paket mingguan, dan XL menyuguhkan paket harian. Indosat dan XL pun berlomba menyediakan ragam aplikasi untuk para pelanggannya.
“Untuk aplikasi, selain yang sudah tersedia di device, Indosat juga ada aplikasi i-Stock untuk transaksi saham, dan i-GPS untuk navigasi. Kami juga tengah mengembangkan hasil inovasi anak Indonesia yang menang di IWIC kemarin. Dan, pada Valentine Days ini, kami juga sudah menyiapkan kejutan untuk pelanggan BB Indosat,” kata Teguh.
Dalam rangka memaksimalkan manfaat BB bagi penggunanya, PT Excelcomindo Pratama (EP), operator XL, meluncurkan ‘mal’ BB terbesar. “Ini mal dalam pengertian virtual dan ini untuk pelanggan XL,” kata Direktur Komersial PT EP Joy Wahjudi saat peluncuran mal itu di Jakarta, Selasa (10/2).
Untuk mengisi mal itu, PT EP menggandeng dua mitra usaha sebagai penyedia konten, yakni PT Diantara Kode Digital (Better-B) dan PT Pravina Visi Manunggal. Konten aplikasi yang telah disiapkan antara lain screen capture, kamus online, free memory, serta SMS schedule.
“Kedua mitra itu yang akan membantu para pelanggan BB XL memanfaatkan BB-nya semaksimal mungkin. Dua mitra itu akan menyediakan berbagai aplikasi khusus untuk pelanggan BB XL. Jadi, BB tidak hanya dipakai untuk chatting, YM-YM-an (Yahoo Messanger), atau sekadar update Facebook,” kata Joy.
Selain menyiapkan beragam aplikasi untuk pelanggan BB XL, lanjut Joy, pihaknya juga memperluas jangkauan 3G. Dengan total jaringan yang dimiliki saat ini sebanyak 16.500 BTS dan 1.300 Node-B, PT EP bertekan untuk menambah 1.200 Node-B hingga akhir tahun ini. “Sampai Februari ini sudah ada tambahan 400 Node-B,” kata Joy.
Masing-masing operator mengklaim sebagai paling besar, paling luas, paling terjangkau, paling duluan, paling banyak pelanggannya. Setiap operator gebyar mempromosikan diri, berlomba menggandeng para pesohor (selebritas), demi menjajakan BB. Di Jakarta, Surabaya, Medan, dan di kota-kota lain menyusul.
Ketika Telkomsel meluncurkan layanan BB prabayar pada Mei 2008, mengundang Sophia Latjuba, Wulan Guritno, Piyu Padi, dan Virnie Ismail. Indosat mendatangkan Maia, Dian Sastro, Nicholas Saputra, Shanty, Ian Kasela dan Hedy Yunus saat memperkenakan BB Curve 8900 dan Pearl 8220 pada 20 Januari 2009. Dan, XL, pada 10 Februari 2009, khusus mengundang pesohor seperti Risty Tagor, Ayu Sita, Luna Maya, dan memberikan gratis BB kepada masing-masing pesohor.
Padahal, menurut Vice President Marketing & Product Corporate & Data Solutions PT Smart Telecom Faizal Adiputra, yang membidani layanan BB XL, margin operator dari layanan BB itu amat tipis, baik dari handset BB maupun dari biaya langganan. “Waktu biaya langganan BB masih Rp 200 ribuan, margin buat operator lumayan. Sekarang, dengan Rp 150 ribu, marginnya tipis banget. Yang untung sebenarnya RIM,” kata dia.
Dia menyebutkan, tiga operator yang menjadi mitra RIM itu diwajibkan menyetor ke Kanada cukup besar. Ia tidak menyebutkan angkanya, tetapi setoran itu meliputi biaya list line untuk koneksi dari operator ke RIM. Selain itu ada fee untuk lisence yang dibayar per pelanggan.
“Kalau pelanggannya korporasi, ada software yang ditanamkan di server pelanggan agar bisa diakses lewat BB. Ini juga harus dibayar ke RIM. Selain itu ada airtime juga. Jadi, margin operator dari layanan BB itu sangat tipis,” kata Faizal.
Setiap operator yang menjadi mitra harus RIM harus menandatangani kontrak dengan berbagai komitmen. Misalnya, komitmen jumlah pelanggan, komitmen penjualan perangkat BB (device). “Kalau komitmennya tinggi, bayarannya juga kecil. Tapi kalau komitmennya, misalnya jumlah pelanggannya cuma 1.000, fee-nya tinggi,” kata dia.
Pantas, Regional Director Asia Pacific RIM Adele Beachley ketika bertandang ke Jakarta, pertengahan Januari 2009, terlihat sumringah. Ia menyebutkan, pada 2008, RIM berhasil menjual 23,5 juta unit BB di seluruh dunia. Untuk Indonesia, ia tidak bisa menyebutkan angkatnya. "Yang jelas Indonesia merupakan pasar penting di Asia," kata dia.
Pelanggan BlackBerry di Indonesia (unit)
| Operator | 20 Januari 2009 | 11 Februari 2009 |
| Telkomsel | 22.000 | 45.000 |
| Indosat | 22.000 | 40.000 |
| XL | 27.000 | 30.000 |
Lanjut ah...