PT XL Axiata Tbk (XL) menawarkan paket penjualan BlackBerry terbaru, yaitu Pearl 3G 9105 dan Curve 3G 9300. Penjualan dua produk tersebut masing-masing diikat dengan layanan BlackBerry Internet Service (BIS) gratis selama sebulan.
Pada program bundling ini, XL menawarkan harga khusus, yaitu Rp3,8 juta untuk BlackBerry Pearl 3G dan Rp3,5 juta untuk BlackBerry Curve 3G. Sedangkan, gratis layanan BIS dapat dinikmati pelanggan prabayar XL setelah mengisi pulsa minimal Rp100 ribu. Seperti diketahui, tarif BIS XL prabayar saat ini sebesar Rp99 ribu per bulan.
Program promo ini efektif berlaku mulai 20 September-31 Desember 2010. Masyarakat dapat mendapatkan penawaran ini mulai 3 September-3 Oktober di Sales Event di Mall Grand Indonesia, Jakarta. XL juga menyediakan produk bundling ini di gerai-gerai resmi seperti Xperience Land, Erafone, Toko PDA, Global Teleshop, dan Point 2000. Program ini dapat dijumpai di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Medan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan manfaat layanan XL BlackBerry, termasuk menghadirkan program bundling tipe-tipe BlackBerry terbaru dan meningkatkan kapasitas bandwidth hingga 800Mbps,” kata Nicanor V Santiago, Direktur Marketing XL, dalam keterangan resminya, Selasa (21/9).
Saat ini, XL telah melayani sekitar 520 ribu pelanggan BlackBerry dengan kapasitas bandwidth sebesar 800Mbps. Sementara itu, jaringan XL ditopang lebih dari 20.888 base transceiver station (BTS) untuk melayani sekitar 35,2 juta pelanggan di seluruh Indonesia.
Kamis, 23 September 2010
XL Tawarkan BlackBerry Harga Khusus
ZTE Dukung Telkomsel Ujicoba LTE
ZTE Corporation, perusahaan penyedia perangkat telekomunikasi dan solusi jaringan, menandatangani kesepakatan uji coba Long Term Evolution (LTE) dengan Telkomsel. Berdasarkan kesepakatan itu, ZTE akan menyediakan solusi-solusi LTE guna mendukung operator terbesar di Indonesia itu menjalankan uji coba jaringan LTE sejak Agustus 2010.
“Solusi-solusi kami yang inovatif dan dibuat khusus dapat membantu Telkomsel dan perusahaan operator seluler lainnya dalam membangun sebuah jaringan LTE yang menyeluruh. Uji coba ini akan membantu mempromosikan proses komersialisasi dari LTE Indonesia,” kata General Manager Lini Produk CDMA & LTE dari ZTE Corporation Li Jian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (22/9).
Sebagai penyedia solusi hulu ke hilir yang terintegrasi di industri telekomunikasi global, ZTE menyediakan produk dan layanan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan para pelanggan di seluruh dunia. ZTE telah meningkatkan investasinya di bidang LTE dengan memiliki 4000 karyawan riset untuk LTE.
Baru-baru ini, ZTE telah mengumumkan sebuah kontrak kerjasama dengan Telenor di Hunggaria, sebuah anak perusahaan dari salah satu perusahaan operator telekomunikasi terbesar di dunia, yaitu Telenor Group untuk membangun sebuah jaringan GSM/UMS/LTE di Hunggaria. Hingga saat ini ZTE telah menggelar 7 jaringan komersial LTE dan lebih dari 50 uji coba LTE di Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah dan wilayah Asia Pasifik.
Sementara itu, Telkomsel adalah sebuah perusahaan dengan mayoritas saham dimiliki PT Telkom, perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia. Berdasarkan data, Telkomsel memiliki lebih dari 92 juta pelanggan telepon seluler di Indonesia atau menguasai lebih dari 50% pangsa pasar.
Teknologi software defined ratio (SDR) tercanggih dari ZTE akan meningkatkan layanan 2G/3G ke LTE tanpa hambatan, dan akan mengurangi biaya pembangunan jaringan yang perlu dikeluarkan Telkomsel.
“Sebagai perusahaan operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel komit untuk memberikan layanan sambungan yang terbaik bagi para pelanggannya. Kami sangat senang bekerjasama dengan ZTE dalam membangun jaringan LTE bagi pelanggan kami,” kata GM Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra.
Rabu, 22 September 2010
Merger Flexi-Esia Tidak Monopoli
RENCANA sinergi Flexi dan Esia tidak akan menjadikan struktur persaingan bisnis telepon seluler (ponsel) mengarah ke monopoli. Kedua operator itu memang bakal menjadi penguasa layanan ponsel berbasis CDMA, tapi ada tiga operator seluler berbasis teknologi GSM yang lebih besar.
Sekjen Masyarakat Telematika (Mastel) Mas Wigrantoro RS mengatakan, penggabungan kedua penguasa layanan Code Division Multiple Access (CDMA) tersebut akan menjadikannya sebagai penguasa pasar dengan pangsa 80% lebih. Namun, reguator selayaknya tidak memisahkan operator seluler antara CDMA dan GSM, mengingat mereka saling bersaing.
“Antara teknologi CDMA dan GSM masih berada adalam satu wilayah layanan telekomunikasi seluler. Jika Flexi-Esia bergabung, operator baru ini akan memiliki 26 juta pelanggan. Namun, jumlah pelanggan operator baru itu masih di bawah tiga operator GSM (Telkomsel, Indosat dan XL, red),” kata pria yang akrab disapa Mas Wig kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/9).
Saat ini, operator GSM dan CDMA masih bisa dibedakan. Namun, pada saat penerapan teknologi generasi keempat (4G), kedua jenis teknologi itu akan bergabung mengadopsi teknologi Long Term Evolution (LTE). Selain itu, pada saat ini pun, kedua layanan seluler itu sesungguhnya bersaing berebut pelanggan.
Meskipun kedua operator tersebut sama-sama mengantongi lisensi penyelenggara fixed wireless access (FWA), Mas Wig menyangsikan akan terjadi monopoli. “Walaupun mereka akan dominan sebagai operator CDMA, tetapi mereka masih kalah dari operator GSM. Dalam konteks persaingan, ini perlu dikaji oleh regulator,” jelas dia.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebelumnya telah meminta Telkom dan Bakrie Telecom untuk berkonsultasi terkait rencana sinergi antara Flexi dan Esia. Hal itu untuk menghindari terjadinya praktik monopoli dalam penggabungan Flexi-Esia, mengingat Flexi adalah penguasa pasar CDMA dengan jumlah pelanggan 16 juta (pangsa 50% lebih), dan Esia dengan 11 juta pelanggan (pangsa 30% lebih). Operator CDMA lain adalah Mobile-8 Telecom (3 juta), Smart Telecom (3 juta), serta StarOne Indosat dan Ceria Sampoerna Telekomunikasi masing-masing memiliki pelanggan di bawah 1 juta.
Plh Kepala Biro Humas dan Hukum KPPU Zaki Zein Badroen berharap, sinergi keduanya tidak melanggar Pasal 28 dan 29 UU No 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. “Untuk menghindari hal itu perlu ada forum konsultasi. Bila memang berpotensi monopoli dan persaingan tidak sehat, KPPU berwenang membatalkan merger itu,” kata Zaki.
Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah menyatakan siap berkonsultasi dengan KPPU jika kerja sama bisnis Flexi dan Esia disepakati. “Kami harus melapor ke KPPU agar tidak berada dalam posisi monopoli. Kami juga harus minta izin ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) karena lembaga ini yang mengatur spektrum,” kata Rinaldi.
Sedangkan anggota BRTI Heru Sutadi mengaku belum mendapat laporan dari Telkom maupun Bakrie Telecom terkait konsultasi konsolidasi kedua operator.
Kesiapan Regulasi
Penggabungan dua operator itu juga menjadi bahan kajian dari sisi regulasi. Regulator harus mengkaji valuasi dari masing-masing operator guna menentukan harga saham. Skema penggabungan yang akan diambil sangat menentukan kompleksitas mekanisme regulasi. “Regulasi yang mengatur transfer perizinan belum ada,” kata Mas Wig.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto mengatakan, prinsip penggunaan sumber daya frekuensi dalam konsolidasi ini juga harus mendapatkan izin dari Menkominfo.
Selain itu, Mas Wig menambahkan, kedua pihak diharapkan memperhatikan penerimaan dan resistensi sumber daya manusia (SDM) setelah transaksi rampung. “Penyakit merger dan akuisisi umumnya hanya mengutamakan nilai ekonomi tanpa memperhatikan manusianya,” ujar Mas Wig.
Gatot mengatakan, Kemenkominfo telah melakukan kajian skema-skema penggabungan usaha dan akuisisi antarperusahaan telekomunikasi. “Rencana konsolidasi ini sudah kami prediksi sejak 2005. Untuk itu langkah kajian regulasi sudah kami lakukan khususnya tahun ini,” kata dia.
Namun, pemerintah masih menanti keputusan pola penggabungan yang diambil Telkom dan Bakrie Telecom. “Kami yakin kedua operator yang sedang bernegosiasi tidak ingin berbenturan dengan regulasi yang berlaku seperti UU Telekomunikasi Nomor 36/1999,” kata Gatot.
Estimasi Pelanggan Seluler di Indonesia Juni 2010
| Operator GSM | Operator CDMA | |||
| Telkomsel | 91 Juta | Flexi | 16 Juta | |
| Indosat | 37,8 Juta | Esia | 11 Juta | |
| XL | 35,2 Juta | Mobile-8 | 3 juta | |
| Tri | 8 Juta | Smart Telecom | 3 juta | |
| Axis | 6 Juta | Ceria Sampoerna | 1 juta | |
| Sub Total GSM | 178 Juta | Sub Total CDMA | 34 Juta | |
| Total | 212 Juta | |||
Selasa, 21 September 2010
BERCA SEGERA HADIRKAN WIMAX WIGO
Pemerintah Pertimbangkan Wimax Mobile
MENYUSUL PT First Media Tbk, PT Berca Hardayaperkasa siap meluncurkan layanan data berteknologi Wimax 4G pada Oktober 2010. Kedua pemegang lisensi BWA itu telah menggelar infrastruktur Wimax standar 16d atau fixed nomadic. Namun, operator BWA masih menuntut pemerintah agar mengizinkan penggunaan teknologi Wimax mobile (16e).
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) masih mempertimbangkan penggunaan Wimax mobile di Indonesia pada lisensi Broadband Wireless Access (BWA). "Kami sedang menyusun langkah-langkah kebijakan strategis pemecahan masalah BWA 2,3GHz ini dengan mempertimbangkan berbagai aspek komprehensif, seperti aspek hukum, ekonomi dan teknis," kata Dirjen Postel Kemenkominfo Muhammad Budi Setiawan baru-baru ini.
Budi Setiawan yang akrab disapa Iwan mengatakan, langkah-langkah yang sedang dikaji regulator di antaranya analisis dampak regulasi terhadap ketentuan tender seleksi BWA 2,3GHz tahun lalu, maupun regulasi pendukungnya. "Kami juga sedang mencari strategi regulasi kebijakan yang tepat dan efektif guna mendorong pengembangan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia," jelas dia.
Seperti dilaporkan Sylvia Sumarlin, puteri mantan Menteri Keuangan RI JB Sumarlin, kepada Wakil Presiden Boediono beberapa waktu lalu, operator BWA di seluruh dunia telah beralih dari teknologi Wimax 16d ke Wimax standar 16e (mobile). Badan Standar BWA Dunia (Wimax Forum) telah menetapkan Wimax standar 16d tidak lagi digunakan mulai 2009 dan beralih ke 16e. Dengan demikian, komponen perangkat 16d menjadi tidak ada dalam waktu dekat.
"Ini yang mengakibatkan para operator Wimax memilih untuk tidak melakukan investasi perangkat pada teknologi 16d," kata Sylvia Sumarlin, CEO PT Xirka Silicon Technology (Xirka).
Xirka adalah perusahaan lokal penyedia perangkat Wimax 16e yang bermitra dengan Huawei, Tiongkok. Perusahaan ini juga telah mengembangkan teknologi Wimax 16e. Namun, Xirka tidak bisa memasarkan produknya karena regulasi pemerintah mengenai lisensi BWA yang hanya boleh menggunakan Wimax 16d.
Selain Xirka, PT Berca kabarnya juga telah menggandeng ZTE, perusahaan dari Tiongkok juga, untuk membangun pabrik perangkat Wimax 16e di Indonesia. Sedangkan, perusahaan nasional yang telah mengembangkan perangkat Wimax 16d ada tiga, yakni PT Teknologi Riset Grup (Wimax TRG), PT Hariff (Himex), dan PT LEN.
Sesuai Keputusan Dirjen Kemenkominfo No 94, 95, 96 tahun 2008, yang kini diperbaharui menjadi Keputusan Dirjen Postel No 209, 210, 211 tahun 2009, mencantumkan batasan kanalisasi 3,5 MHz dan 7 MHz sebagai teknologi yang diizinkan digelar pada linsensi BWA di Indonesia. Kanalisasi 3,5 MHz itu tak lain adalah memaksa pemegang lisensi BWA menggunakan teknologi Wimax standar 16d.
Peraturan Menkominfo No 7/2009 juga mensyaratkan agar perangkat BWA harus memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35%. Ini untuk memaksimalkan kerja sama alih teknologi dan manufaktur dengan pihak asing yang dikerjakan di Indonesia.
Iwan mengatakan, pemerintah dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah melakukan sejumlah diskusi dan konsultasi bersama pemangku kepentingan terkait teknologi Wimax ini sejak Juni 2010. "Insya Allah, doakan saja kami bisa menyiapkan kebijakan yang terbaik sesuai tujuan kebijakan BWA, yaitu penetrasi broadband, Internet murah, mendukung industri dalam negeri dan optimalisasi sumber daya Spektrum," kata Iwan.
Selain itu, Iwan juga mengingatkan, untuk teknologi mobile broadband, sebenarnya telah digarap oleh operator GSM dengan teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, dan sebentar lagi menuju ke teknologi generasi keempat (4G) atau Long Term Evolution (LTE).
“Selain Wimax 16e, dan Wimax 16d, ada juga LTE," tegas Iwan.
Berca Luncurkan Wigo
PT Berca Hardayaperkasa, pemegang 14 lisensi BWA di Tanah Air, siap meluncurkan layanan internet berteknologi Wimax 16d pada Oktober 2010. Produk bernama Wigo ini segera melayani Medan dan Balikpapan. Setelah itu, operator milik taipan Murdaya Poo ini akan mengembangkannya ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara.
Dalam penggelaran jaringan Wimax 4G tersebut, Berca menggandeng beberapa mitra strategis, di antaranya beberapa perusahaan produsen perangkat Wimax, TIK terkemuka, dan perusahaan telekomunikasi lain.
“Kehadiran Wigo yang menyediakan layanan broadband nirkabel 4G Wimax diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital dan berperan dalam upaya pencerdasan kehidupan masyarakat, yang mana pada akhirnya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di luar Jawa,” papar Murdaya Widyawimarta Poo, Chairman Berca Group, dalam keterangan resminya, Senin (20/9).
Pada 2009, Berca mendapat lisensi untuk mengoperasikan layanan BWA 2,3GHz dengan lebar pita sebesar 30MHz yang mencakup delapan zona layanan, tersebar di sebagian besar daerah-daerah di luar Jawa, yakni Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian Selatan, Bali dan Nusa Tenggara.
XL Siap Tingkatkan Transaksi Pulsa
PT XL Axiata Tbk (XL) mencatat rata-rata 5-6 juta pelanggan melakukan transaksi isi ulang pulsa per hari. Transaksi pulsa tersebut paling banyak dilakukan pada malam hari, mulai jam 17.00-24.00.
Operator dengan 35,2 juta pelanggan ini berupaya meningkatkan transaksi pulsa pelanggan hingga 20% dengan menyiapkan 10 ribu ponsel. “Kami berharap jumlah transaksi pulsa pelanggan dapat meningkat 20%, khususnya di jam 00.00-17.00,” kata Direktur Commerce XL Joy Wahyudi di sela peluncuran XL Kejutan Isi Ulang di Jakarta, Senin (20/9).
Adapun nominal pulsa Rp5-10 ribu yang diisi pelanggan prabayar setiap hari mencapai 70%. Sedangkan rata-rata pendapatan per pelanggan (average revenue per user/ARPU) pelanggan prabayar XL sebesar Rp34 ribu.
XL siap membagikan 200 ponsel Nokia C3, C6, dan E5 kepada 200 pelanggan selama 50 hari mulai 17 September-5 November 2010. Program ini menggunakan skema pemberian poin untuk setiap pengisian pulsa mulai Rp5 ribu (10 poin), Rp10 ribu (30 poin), Rp25 ribu (150 poin), Rp50 ribu (500 poin), Rp100 ribu (1.500 poin), hingga Rp200 ribu (5.000 poin).
Jumlah poin tersebut akan berlipat jika pelanggan melakukan pengisian pulsa antar pukul 00.00-17.00. “Selama ini, transaksi pulsa selalu dilakukan pada jam17.00-24.00. Kami mencoba menyeimbangkan transaksi di jam 00.00-17.00 lewat program ini,” ujar Joy. Setiap poin yang didapat pelanggan akan mewakili satu kesempatan memenangi undian pada setiap pekannya.
“Kami akan menelpon langsung pemenang, tanpa melalui SMS. Kami mengharapkan pemilik nomor meregistrasikan kartu XL dengan data yang valid,” kata Joy.
Mengenai kerja sama dengan Nokia, Joy mengungkapkan pelanggan XL masih dominan menggunakan ponsel besutan Finlandia tersebut. Saat ini, Nokia masih menguasai pangsa pasar ponsel di Indonesia sekitar 50%.
“Untuk investasi pasti ada commercial deal dengan pihak Nokia. Ada ponsel yang kami beli dengan harga khusus, ada juga biaya campaign yang kita keluarkan bersama,” papar Joy.
Datacraft Rancang Solusi Manajemen Terintegrasi
DATACRAFT, perusahaan penyedia jasa dan solusi TI, telah merancang dan mengimplemetasikan solusi manajemen yang disesuaikan kebutuhan operasional bisnis salah satu perusahaan makanan kemasan terkemuka di dunia. Sistem itu akan memberikan sistem kendali terintegrasi untuk lalu lintas bahan dasar hingga identifikasi lokasi mesin-mesin produksi yang tersebar di seluruh fasilitas produksinya di Indonesia.
Presiden Direktur PT Datacraft Indonesia Bambang Patrap Yakin mengatakan, perusahaan yang tak disebutkan namanya itu menghubungi Datacraft setelah mereka menemukan kendala dalam pengelolaan dan pengendalian bahan dasar hingga peralatan produksi. Hal ini untuk memenuhi tuntutan pasar yang menginginkan produk berkualitas yang lebih banyak.
"Perusahaan makanan tersebut membutuhkan proses produksi lebih cepat. Oleh karena itu, solusi kami diperlukan untuk menangani permasalahan yang penting bagi bisnis perusahaan tersebut," ujar Bambang Patrap Yakin dalam siaran pers, belum lama ini.
Solusi itu mendukung teknologi manufaktur generasi mendatang terhadap pengendalian terstruktur lalu lintas bahan dasar secara real-time dalam rentang produksi dan identifikasi lokasi mesin produksi yang dapat diakses secara online. Dengan akses nirkabel, memungkinkan karyawan di lapangan mendapatkan akses internet dimanapun di sepanjang fasilitas manufaktur sehingga produktifitas kerja meningkat.
Trojan Baru Incar Smartphone Android
KASPERSKY Lab, pengembang solusi manajemen konten keamanan, mendeteksi bagian kedua malware yang dikategorikan sebagai Trojan-SMS. Malware tersebut menjadikan smartphone yang berjalan pada platform Android sebagai target.
Dalam upaya menginfeksi sebanyak mungkin perangkat, penjahat dunia maya mendistribusikan malware tersebut melalui situs porno berbahasa Rusia. Situs tersebut keluar di urutan paling atas dari hasil pencarian video porno. Seperti pendahulunya, Trojan baru yang bernama Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.b ini menyamar sebagai media player.
“Pengguna Android harus lebih berhati-hati terhadap layanan aplikasi yang meminta izin akses,” ujar Denis Maslennikov, Mobile Research Group Manager at Kaspersky Lab, dalam siaran pers, belum lama ini.
Sebuah smartphone hanya akan terinfeksi jika pengguna menginstal aplikasi secara manual. Pengguna smartphone Android diminta mengunduh aplikasi pornplayer.apk dari halaman web yang terinfeksi jika ingin melihat video konten dewasa. File yang diinstal hanya berukuran 16,4 KB dan selama proses instalasi, Trojan ini meminta pengguna mengirim sebuah SMS – sebuah persyaratan yang sangat tidak diperlukan pada media player.
Setelah pengguna menjalankan aplikasi palsu ini, Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.b mulai mengirimkan pesan SMS ke nomor premium tanpa sepengetahuan pengguna. Masing-masing pesan SMS itu dikenakan biaya US$6, sehingga menghasilkan jumlah yang cukup besar yang ditransfer dari akun pengguna ke akun penjahat dunia maya.
“Dengan mengizinkan sebuah aplikasi baru untuk mengakses setiap layanan yang diminta secara otomatis, berarti Anda mengizinkan aplikasi berbahaya atau yang tidak diinginkan tersebut untuk melakukan berbagai hal tanpa meminta informasi tambahan,” kata Maslennikov.
Kode di dalam Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.b serupa dengan Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.a – Trojan-SMS pertama pada sistem operasi Android yang terdeteksi oleh para ahli Kaspersky Lab sebulan yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kedua aplikasi berbahaya ini dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang sama.
Analis dari International Data Corporation (IDC) melaporkan, vendor perangkat mobile Android telah memperlihatkan pertumbuhan penjualan paling dramatis di antara semua vendor smartphone di seluruh dunia. Para ahli di Kaspersky Lab memprediksi akan lebih banyak lagi program jahat dengan target perangkat berplatform Android. Saat ini, para ahli di Kaspersky Lab terus berupaya untuk mengembangkan teknologi dan solusi keamanan untuk melindungi sistem operasi ini.