Rabu, 19 Mei 2010

E-Voting Bisa Diterapkan pada Pilpres 2014

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) optimistis mampu menyiapkan teknologi untuk pemungutan suara secara elektronik (e-voting) pada pemilu 2014. Sejumlah kalangan memperkirakan sistem tersebut belum bisa dilaksanakan untuk pemilihan legislatif (pileg) pada 2014, namun dimungkinkan untuk pemilihan presiden (pilpres).

Demikian rangkuman pendapat dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary dan Ketua Panja revisi UU Penyelenggara Pemilu dari Komisi II DPR Ganjar Pranowo, pada Dialog Nasional Menuju Pemanfaatan e-Voting untuk Pemilu di Indonesia Tahun 2014 yang diselenggarakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, Rabu (19/4).

Abdul Hafiz mengakui, Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar telah berupaya mengantisipasi kerumitan sistem proporsional terbuka dengan teknologi, misalnya dengan menekan angka satu untuk memilih partai, lalu menekan dua untuk memilih calon. Namun pemilu tidak sekadar sarana, tetapi juga perlu dukungan infrastruktur lain, seperti ketersediaan listrik dan internet yang belum merata di seluruh wilayah RI.

"Meskipun peserta pemilu elektronik di India sampai 700 juta, wilayahnya masih dalam satu benua dan menggunakan sistem distrik yang lebih sederhana. Sedangkan pemilih Indonesia 171 juta orang dan tersebar di lebih dari 10 ribu pulau," kata Abdul Hafiz.

Meskipun BPPT menjamin kerahasian, lanjut Abdul Hafiz, masih banyak anggota masyakarat yang mempertanyakan kebenaran hasil e-voting . "Ini lompatan luar biasa. Apakah ini bisa dipahami oleh masyarakat mengingat masyarakat kita masih curiga dengan asas (jujur adil, langsung umum, bebas, rahasia)," kata dia.

Sementara itu, Ketua Panja revisi UU Penyelenggara Pemilu dari Komisi II DPR Ganjar Pranowo mengatakan, pemilu elektronik untuk pileg 2014 merupakan hal yang mustahil. Meski demikian, dia tetap mengapresiasi persiapan yang dilakukan BPPT untuk menyiapkan teknologi untuk penerapan e-voting. "Tapi okelah kalau e-voting untuk pilpres, itu make sense, tapi mustahil untuk pileg. Kecuali kita mau mengganti sistem proporsional menjadi sistem distrik," katanya.

e-KTP

Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar menyatakan pihaknya sudah siap secara teknologi dan sudah diujicobakan pada pemilihan kepala dusun di Kabupaten Jembrana, Bali. Dasar dari e-voting adalah KTP elektronik (e-KTP) yang ditargetkan akan selesai pada 2012. e-KTP sudah diujicobakan di enam kabupaten kota seperti di Padang, Denpasar, Jembrana, Yogyakarta, Cilegon dan Makassar.

Saat ini, kata Marzan, BPPT sedang menyusun sistim dan grand design penerapan e-Voting secara nasional. Beberapa negara yang telah melaksanakan pemilihan umum dengan e-voting diantaranya Brasil, Kanada, Perancis, Jepang, Amerika Serikat, dan Venezuela. Di kawasan Asean, Filipina adalah adalah negara pertama yang menerapkan e-voting pada pemilu 10 Mei 2010.


Lanjut ah...

Tri Ajak Pelanggan ke Old Trafford

PT HUTCHISON CP Telecom, operator seluler Tri, meluncurkan kartu perdana terbaru edisi Tri Manchester United (TriMU). Melalui program ini, pelanggan Tri yang beruntung bisa nonton langsung pertandingan MU melawan salah satu tim papan atas di Old Trafford, stadion markas MU di kota Manchester, Inggris.

"Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan klub sepakbola kelas dunia seperti MU dalam meluncurkan produk dengan konten yang berkualitas bagi pelanggan telekomunikasi di Indonesia," kata Presiden Direktur Tri, Manjot Mann dalam peluncuran kartu perdana TriMU edisi baru di Jakarta, Selasa (18/5).

Menandai peluncuran kartu perdana terbaru edisi TriMU ini, Tri menghadirkan pemain legendaris MU dan pencetak ol tertinggi ke dua di ajang English Premier League, Andy Cole yang juga Duta Manchester United.

Selain Andy Cole, dalam kesempatan itu turut hadir pula Relationship Director Manchester United, Nick Humpreys.

Rangkaian program dan produk ini sekaligus sebagai upaya Tri untuk turut menyemarakan semangat piala dunia yang saat ini sedang melanda masyarakat Indonesia.

"Hanya dengan menggunakan kartu Tri, fans MU yang ada 28 juta di Indonesia bisa menikmati semua konten ekslusif mulai dari ringtone, prediction, news, wallpaper, video MU-pedia, score alert, ringback tone, dan kejadian-kejadian yang hanya orang MU di Old Trafford saja yang tahu," papar Humpreys.

Pada awal 2009 lalu, Tri memiliki 4,5 juta pelanggan. Kemudian pada Mei, Tri mulai menggandeng MU. Dan di akhir tahunnya, operator yang mulai melakukan privatisasi itu membukukan tambahan 4 juta pelanggan menjadi 8,5 juta. Kerja sama dengan MU merupakan salah satu faktor dalam menambah jumlah pelanggan dengan pendapatan ARPU (average revenue per user) Rp 11 ribu.


Lanjut ah...

Telkom Latih Santri Belajar Internet

Telkom Latih Santri Belajar Internet

PT TELEKOMUNIKASI Indonesia Tbk (Telkom) menyelenggarakan pelatihan Internet bagi komunitas pesantren di Pondok Pesantren Kresek, Cibatu, Kabupaten Garut, pada 18 dan 19 Mei 2010. Pelatihan yang dikenal dengan sebutan ‘Santri Indigo’ ini dihadiri Bupati Garut Aceng HM Fikri tersebut untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan menggunakan Internet guna membantu peran komunitas pesantren, termasuk dalam mendukung kegiatan syiar.

“Internet ibarat pisau bermata ganda, bisa digunakan untuk hal-hal yang positif, konstruktif, namun juga bisa untuk hal yang negatif. Kehadiran Internet tidak untuk ditolak dan dijauhi. Kita justru harus mendekati, mempelajari dan memanfaatkannya untuk hal-hal positif,” ujar Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia dalam siaran pers, Selasa (18/5).

Indigo adalah Indonesia Digital Community. Santri Indigo merupakan program unggulan Telkom yang memfasilitasi para santri berdakwah di dunia maya. Melalui program itu, Telkom memfasilitasi dan melatih pemahaman serta keterampilan santri dalam memanfaatkan kemajuan di bidang ICT, termasuk misalnya membuat dan mengelola web blog.

Program Santri Indigo berawal pada 2008 dan telah digelar di 11 pondok pesantren di Jadebotabek, Cirebon, Ciamis, Sukabumi, Yogyakarta, Pekalongan, Ponorogo, dan Purwokerto. Pelatihan yang bertajuk Internet Pesantren Wahana Syiar Digital ini telah menghasilkan alumni sebanyak 1.150 santri Indigo yang terbagi dalam sebelas angkatan. Setiap angkatan diikuti oleh 75 sampai 100 peserta terdiri dari 60 santri dan sisanya ustadz sebagai pembimbing yang berasal dari 30 pesantren dan sekolah Aliyah di kota-kota yang terpilih menjadi tuan rumah.



Lanjut ah...

Promo SMS Gratis Tak Mengkhawatirkan

MASIH gencarnya promo pesan singkat (SMS) gratis lintas operator yang ditawarkan para operator tidak perlu dirisaukan regulator. Pasalnya, kekhawatiran akan lonjakan beban jaringan akibat spam SMS hingga merugikan konsumen tidak terjadi.

Masyarakat Telematika (Mastel) melalui Sekjen Mas Wigrantoro Roes Setiadji mengatakan fitur penawaran SMS gratis hanya potongan harga atau diskon, sehingga tidak ada indikasi merugikan konsumen. Promo itu semata-mata untuk meraup sebanyak mungkin pelanggan.

“Program itu masih wajar dan lumrah dalam persaingan bisnis seluler, sehingga regulator tidak perlu khawatir atas penawaran SMS gratis lintas operator tersebut. Operator lebih mengetahui kondisi masing-masing,” jelas Mas Wig dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (18/5).

Namun, promo SMS gratis off-net ini tetap dianggap melanggar kesepakatan yang diputuskan para operator melalui Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) pada 12 Februari 2010. Dalam kesepakatan tersebut, operator berjanji menghentikan promo SMS gratis lintas operator terhitung mulai 15 Februari 2010, dan pada kenyataannya hal itu masih berlangsung hingga kini.

Kesepakatan ini diawali keluhan operator Telkomsel terhadap serbuan trafik SMS off-net yang dapat membebani jaringan tanpa ada kompensasi. Selain itu, skema sender keep all (SKA) yang hanya menguntungkan operator pengirim dan dianggap merugikan operator penerima SMS.

Kesepakatan ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo No.9/PER/M.Kominfo/04/2008 Pasal 9 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Seluler.

Namun, Mas Wig mengatakan para operator adalah perusahaan yang mencari keuntungan. Keuntungan itu demi mengembalikan modal yang sudah ditanamkan, sekaligus untuk reinvestasi guna membangun dan memperbarui jaringan. “Tidak ada operator yang dirugikan, justru pelanggan yang diuntungkan dari tarif yang sama dengan benefit yang lebih banyak,” kata Mas Wig.

Dia menambahkan, saat ini peta persaingan para operator sedang memasuki fase kompetisi dalam hal inovasi dan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi layanan, seperti akses internet, pesan multimedia (MMS), aplikasi permainan (games), dan layanan data solusi bisnis yang ditawarkan kepada korporasi. Operator tidak lagi menggunakan keunggulan aset fisik seperti menara, base transceiver station (BTS), dan jaringan pendukung lainnya sebagai bahan jualannya kepada konsumen.

Group Head Corporate Communications PT Indosat Adita Irawati mengakui, kekhawatiran terjadinya spamming SMS yang dapat membebani jaringan belum terbukti hingga saat ini. Indosat juga telah mengajukan beberapa usulan kepada regulator mengenai skema SMS lintas operator. “Kami pun harus mengkaji skemanya dari segi bisnis serta layanan terhadap pelanggan,” jelas Adita.

BRTI sebagai regulator telah mengindikasikan pelanggaran yang dilakukan sejumlah operator dalam melakukan promosi SMS. “Dari penyampaian promo sudah kami benahi. Pelanggan pun harus mengeluarkan effort untuk mendapatkan bonus SMS tersebut,” kata Adita.

“Indosat selalu konsisten bahwa apapun yang diputuskan regulator akan kita patuhi,” tegasnya.

Kesepakatan Bisa Dicabut

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyesalkan ketidakkonsistenan para operator dalam mematuhi kesepakatan yang mereka buat sendiri.

“Dulu yang menyampaikan komplain (SMS gratis) juga operator, dan kami yang mengakomodasi. Jika akhirnya operator merasa tidak terganggu, kami kembalikan lagi kepada mereka,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto.

Regulator, lanjut dia, sudah cukup fleksibel namun tetap konsisten menegakkan kesepakatan yang ditandatangani para operator pada 12 Februari 2010. “Kalau mereka minta kesepakatan itu dicabut, silahkan saja mengajukannya secara resmi. Tapi, kami tidak mungkin mengakomodasi request yang sama lagi,” tegas Gatot.



Lanjut ah...

Akses Data di Luar Negeri Rp 50 Ribu Per Hari

TELKOMSEL meluncurkan unlimited data roaming, yang memungkinkan pelanggan menikmati layanan data atau internet dari luar negeri sepuasnya. Tarif akses data roaming tak terbatas itu sebesar Rp 50 ribu per hari atau Rp 120 ribu per tiga hari melalui akses *266#.

Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel Venusiana Papasi mengatakan, layanan unlimited data roaming ini dapat dinikmati di beberapa negara mitra roaming Telkomsel, seperti Singapura (Singtel), Australia (Optus), Hong Kong (CSL), dan Malaysia (Maxis).

“Layanan ini kami hadirkan karena adanya kebutuhan penggunaan layanan data yang sifatnya insidental dari pelanggan saat mereka berada di luar negeri, terutama menjelang musim liburan,” kata Venusiana Papasi yang baru saja diangkat menjadi orang nomor satu Telkomsel di area Jabotabek dan Jabar di Jakarta, Selasa (18/5).

Selain pilihan per hari dan per tiga hari itu, lanjut Venusiana, Telkomsel juga menyediakan pilihan paket BlackBerry maupun Internet sepuasnya di luar negeri yang dapat dipergunakan untuk BlackBerry, email, chatting, browsing, maupun download. Untuk paket Unlimited Data Package (paket data Internet sepuasnya), baik BlackBerry, MMS, Internet, maupun Modem (APN: blackberry, mms, Internet) dengan tarif Rp 150 ribu berlaku selama satu hari, serta Rp 380 ribu untuk pemakaian sepuasnya selama tiga hari.

“Layanan data lintas negara dengan tarif hemar ini merupakan upaya Telkomsel dalam menghadirkan solusi akses email dan internet untuk mendukung aktivitas pelanggan saat berada di luar negeri,” kata dia.

Untuk negara-negara yang tidak disebutkan, lanjut Venusiana, Telkosem tetap menyediakan solusi data murah Bridge Data Roaming, yaitu Paket Data Rp 150 ribu sebesar 5 MB berlaku selama seminggu. Paket ini telah hadir di 11 negara, termasuk Tiongkok (China Unicom), India (Airtel), Thailand (AIS), Hong Kong (CSL), Macau (CTM), Filipina (GlobeTelecom), Malaysia (Maxis), Korea (SK Telecom), Singapura (SingTel Mobile), Australia (Optus), dan Taiwan (Taiwan Mobile).



4 Juta Pelanggan

Pada kesempatan itu, Venusiana yang menggantikan Irwin Sakti sejak 30 April 2010 ini menargetkan penambahan pelanggan di area ini sebanyak empat juta hingga akhir tahun ini. Pada akhir tahun lalu, jumlah pelanggan Telkomsel di area Jadebotabek dan Jawa Barat sebanyak 20,8 juta.

“Saat ini jumlah BTS 3G di area Jadebotabek dan Jawa Barat sebanyak 1.700 unit, dan saya targetkan hingga akhir tahun ini bertambah menjadi 2.600 hingga 3.000 unit BTS 3G. Karena area Jabotabek dan Jabar cukup kuat untuk trafik layanan data, saya akan fokus pada pengembangan infrastruktur layanan data,” kata dia.

Untuk layanan data, kata Venusiana, manajemen Telkomsel telah menargetkan pengembangan layanan broadband di 24 kota besar di seluruh Indonesia. “Saat ini, layanan data punya nilai jual. Ini perlu dibarengi dengan penjualan device Telkomsel yang mendukungnya, seperti Telkomsel Flash, BlackBerry, dan iPhone,” kata Venusiana.

Selain itu, Telkomsel juga serius mengembangkan layanan data. Setelah mendapat tambahan kanal frekuensi 3G pada tahun lalu, kata dia, Telkomsel mengalokasikan dana belanja modal (capex) yang sebesar Rp 13 triliun sebesar 10% (Rp 1,3 triliun) untuk mengembangkan layanan data (broadband), termasuk untuk menghadirkan layanan HSPA di 24 kota di seluruh Indonesia.


Lanjut ah...

Selasa, 18 Mei 2010

XL Hadirkan Program Reward BlackBerry

PT XL Axiata Tbk (XL) kembali menghadirkan program terbaru untuk pengguna BlackBerry XL. Kali ini berupa program reward jalan-jalan ke Singapura selama tiga hari dua malam. Program ini merupakan kerja sama antara XL, distributor dan didukung sepenuhnya oleh Research In Motion (RIM), produsen BlackBerry.

General Manager Direct Sales XL Jabodetabek dan Kalimantan Handono Warih mengatakan, program reward ini berlaku bagi para pelanggan yang membeli perangkat BlackBerry resmi (authorized RIM) di outlet resmi XL dan mengaktifkan layanan BlackBerry XL baik untuk BlackBerry One bulanan, BlackBerry Gaul bulanan, maupun BlackBerry Bizz bulanan selama periode program. Yakni, pada 15 Mei hingga 15 Agustus 2010.

Bagi yang terpilih, kata Handono, akan mendapatkan hadiah berupa jalan-jalan ke Singapura selama tiga hari dua malam, termasuk mengunjungi Universal Studios Singapura. ”Kami berharap dengan adanya program apresiasi ini akan semakin mendorong masyarakat untuk memilih XL sebagai penyedia layanan BlackBerry pilihan mereka,” kata Handono Warih dalam siaran pers, Senin (17/5).

Paket layanan BlackBerry XL terdiri atas BlackBerry One Bulanan dengan tarif hanya Rp 99 ribu per bulan (30 hari) untuk BlackBerry Individual Server (BIS) serta layanan BlackBerry One BlackBerry Enterprise Server (BES) dengan tarif Rp 180 ribu per bulan (30 hari). Sedangkan layanan BlackBerry Gaul XL hanya Rp 25 ribu bulan (30 hari) dan layanan BlackBerry Bizz XL hanya Rp 50 ribu per bulan (30 hari).

Selain program reward untuk pelanggan, XL juga memberikan bonus insentif kepada para retail outlet serta frontliners yang selama ini sudah mendukung XL untuk memasarkan dan mendistribusikan BlackBerry di Indonesia. Penghargaan tersebut antara lain berupa penghargaan langsung dari Managing Director RIM, pemberian plakat, cash reward, gathering, dan travelling ke Singapura untuk dua orang terbaik, masing-masing untuk Top Retail Outlet, Top Sales Representatives, dan Top Direct Sales.

Program apresiasi ini akan diberikan setiap bulan selama tiga bulan periode program, yakni dari 15 Mei hingga 15 Agustus 2010. Program ini mendapat dukungan sepenuhnya dari RIM.


Lanjut ah...

Telkom Hadirkan Solusi Korporasi Komplit

PT TELEKOMUNIKASI Indonesia Tbk (Telkom), makin serius menggarap bisnis Information Communication Technology (ICT) berbasis korporasi. Tahun ini, tepatnya 5 Mei 2010, menjadi pertanda 10 tahun Telkom melayani korporasi di Indonesia.

Pekan lalu, Rabu (12/5) Telkom mengadakan seminar dan pameran bertema ‘10 Tahun Telkom Mentransformasi ICT Korporasi di Indonesia’. Acara tersebut menghadirkan tiga agenda penting, yaitu penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Telkom dengan Telkomsel, penyerahan sertifikat ISO 9001:2008 dan launching Telkom Cloud.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan update informasi dan meningkatkan awareness layanan Telkom Solution kepada Corporate Customer. “Seminar kali ini memilih tema yang diharapkan mampu memberi manfaat maksimal kepada Corporate Customer,” kata Eddy di Jakarta, akhir pekan lalu.

Para pembicara antara lain, Direktur IT & Suply Telkom Indra Utoyo, Presiden PT Microsoft Indonesia Sutanto Hartono dan penamat ICT Eko Indrajit. Acara tersebut dihadiri Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah dan Direktur Enterprise & Wholesale Arief Yahya.

Selain seminar, pada acara itu juga diluncurkan Layanan Cloud Computing yang merupakan sinergi antara Telkom dan Microsoft. Eddy mengatakan, terhitung sejak 7 April 2010, PT Microsoft Indonesia dan Telkom sepakat mempercepat penetrasi teknologi bagi bisnis di Indonesia, dengan meluncurkan IT Services berbasis Cloud Computing.

Cloud Computing adalah solusi ICT melalui mekanisme yang memungkinkan user/customer menyewa layanan ICT. Sedangkan pengelolaan infrastuktur, platform, maupun aplikasi IT Service dilakukan Provider. Pelanggan tak perlu berinvestasi lagi, sehingga simple dan lebih efisien. Pengembangan bisnis Cloud Computing dalam arti luas meliputi, Infrastructure as a Service (IAAS), Platform as a Service (PAAS), sampai kepada Software as a Service (SAAS) yang dideliver melalui cloud yang aman (trusted).

Pada kesempatan itu juga, Telkom dan Telkomsel (anak usaha Telkom) menandatangani pemasaran bersama untuk sejumlah produk kedua perusahaan itu. Produk Telkomsel antara lain Kartu Halo Corporate, Mobile VPN, Telkomsel Flash, BlackBerry, dan Bulk Data Package. Sedangkan produk Telkom antara lain Astinet, Dinaccess, VPN IP, Speedy, Ventus, Metro Ethernet, dan Fixed Wire Line (POTS).

“Dengan sinergi itu, semua kebutuhan pelanggan corporate, baik solusi fixed maupun mobile dapat dipenuhi kedua perusahaan itu,” kata Eddy.

Raih ISO 9001:2008

Pada kesempatan itu, Telkom melalui Divisi Enterprise berhasil memperoleh ISO 9001:2008 yang menitikberatkan pada peningkatan kinerja yang sistematis, terukur dan berkesinambungan (continual improvement process). Ini untuk memberikan performance excellence, khususnya kepada para Corporate Customer.

Untuk memastikan proses bisnis Telkom Enterprise sudah sesuai dengan persyaratan standar internasional, pada akhir Desember 2009 telah dilakukan audit oleh TUV Rheinland sebagai auditor external yang berhasil diraih terus menerus sejak tahun 2006. Hal tersebut sebagai perwujudan dari misi yang diemban oleh Telkom untuk menjadi Role Model as the Best Managed Indonesion Corporation.


Lanjut ah...