Selasa, 18 Mei 2010

LG Hanya Pasok 500 Unit TV 3D

LG Electronics Indonesia (LGEI) memperkirakan, pasar Indonesia membutuhkan waktu satu hingga dua tahun untuk siap menerima teknologi Full LED 3D TV. Untuk itu, LG pada tahap awal hanya berani memasok 500 unit untuk pasar Indonesia. Selain itu, distribusi produk tersebut juga dibatasi di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

"Kami tak mau muluk-muluk memasok unit dalam jumlah besar, karena produk baru ini relatif mahal. Jadi, kami ingin lihat daya serapnya di kota besar terlebih dulu, mungkin pada tahun 2012, produk ini baru bisa diterima pasar," kata Direktur Penjualan LGEI Budi Setiawan usai peluncuran Full LED 3D TV LG LX9500 di Jakarta, belum ama ini.

Dia mengatakan, pihaknya tidak terlalu berharap terjadi booming penjualan Full LED 3D TV pada tahun pertama. Apalagi, Indonesia masih jauh tertinggal jika berbicara tren dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat.

"LGEI belum berharap pada unit penjualan di tahun pertama, tetapi lebih ke arah edukasi. Ini agar masyarakat mengenal teknologi ini terlebih dahulu," katanya.

Menurut dia, sebuah produk bisa booming di pasar, jika didukung ekosistem pasar. "Sekarang ini, film 3D saja masih sangat sedikit. Bahkan channel TV lokal yang menyiarkan acara dengan gambar 3D belum ada. Jadi, sulit rasanya berharap supaya teknologi ini diserap pasar pada setahun pertama," jelas Budi.

Dibandingkan di Amerika Serikat, dia menuturkan, channel khusus olahraga ESPN sudah bersiap-siap untuk menyuguhkan pertandingan sepak bola pada ajang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan selama bulan Juni-Juli nanti.

"Tak heran, karena AS kini sedang melakukan transformasi dari digital ke arah 3D. Sementara kita (Indonesia) masih transformasi dari analog ke digital. Sebenarnya, tak terlalu jauh ketinggalan, hanya selisih setahun," tuturnya.

Budi mengatakan, faktor penting lainnya yang membuat Full LED 3D TV sulit besar di Indonesia adalah terkait harga (pricing). Sama seperti LCD TV, yang membutuhkan waktu dua tahun untuk bisa laku keras.

"Namanya produk elektronik, ketika mulai diproduksi secara massal, harganya akan otomatis turun. Tetapi, hal ini harus ditunjang penerimaan pasar yang baik," ujar Budi

Product Marketing Flat Panel Display LGEIN, Eko Adhi Suyitno mengatakan, mereka tak bisa membendung masuknya Full LED 3D TV ke Indonesia.

"Tak peduli pasar yang dituju siap atau tidak. Kita mengikuti tren global saja. Beberapa elemen yang mendukung 3D TV sudah mulai melakukan transformasi. Channel TV ESPN salah satu contohnya. Yang sudah siap dengan broadcast 3D," jelas Eko.

Selain itu menurutnya, LGEIN, yang merakit perangkat Full LED 3D TV untuk region ASEAN, harus menyiapkan diri dari sekarang untuk mengantisipasi demand pasar tersebut.

"Supaya masyarakat kita tidak kalah tren dengan global. Bagaimana pun, tren ini akan sampai ke Indonesia. LED 3D TV akan menjadi televisi masa depan," tandasnya.



Lanjut ah...

BPPT Siapkan E-Voting pada Pemilu 2014

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiapkan teknologi untuk menerapkan pemungutan suara secara elektronik (e-Voting) dalam pemilu 2014. Namun, penggunaan e-Voting ini bisa diwujudkan jika penggunaan KTP elektronik juga sudah memasyarakat.

Demikian dikatakan Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, akhir pekan lalu. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Teguh Juwarno menyambut baik upaya BPPT menyiapkan penggunaan sistem e-Voting untuk menghadirkan pemilu yang efisien.

Gagasan penggunaan e-Voting dalam pemilu 2014 dimungkinkan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan uji materil pasal 88 UU Nomor 32/2004 tentang Pemda soal kata 'Mencoblos'

Dalam putusan MK itu menyatakan, penggunaan metode e-Voting dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada memungkinkan. ''E-Voting memungkinkan dilaksanakan sejauh tak melanggar asas pemilu dan sejauh fasilitasnya tersedia, dari teknologi, pembiayaan, dan SDM,'' kata Teguh.

Meski demikian, dia meminta BPPT melakukan kajian secara mendalam, sebelum menerapkan teknologi tersebut.

Menurut dia, biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Dia mencontohkan, masing-masing TPS yang menerapkan teknologi e-Voting, paling tidak harus dilengkapi satu layar touch screen, dua komputer, satu server, dan koneksi internet.

“Teknologi juga selalu berganti setiap lima tahun. Jadi jangan sampai nanti lima tahun berikutnya tidak dipakai karena sudah usang. Belum lagi soal keamanan data, apakah benar bisa dijamin keamanannya dari hacker? lalu bagaimana data base-nya apakah sudah ada fire wall yang kuat,” kata dia.

Dia juga menyarankan, sebelum digunakan pada pemilu 2014, sistem e-voting diujicobakan pada pemilihan kepala daerah. Tujuannya, agar diketahui kelemahan dan keunggulannya sistem tersebut.

“Kalau ternyata nanti hasilnya sistim manual jauh lebih baik, pemerintah tidak perlu memaksakan menggunakan teknologi e-voting,”tegasnya.

Sementara itu, Marzan Aziz menyatakan, pelaksanaan pemungutan suara di Indonesia dengan menggunakan sistem e-voting, baru dilakukan dalam skala kecil. Salah satu contohnya adalah pemilihan kepada dusun di Kabupaten Jembrana, Bali, pada tahun lalu. Pada uji coba di Jembrana tersebut, lanjutnya, BBPT telah menciptakan mesin e-voting senilai Rp14,5 juta, yang bisa melayani sekitar 1.000 orang pemilih.

“BPPT ingin merancang suatu sistem e-voting yang segala peralatannya bisa dibuat di dalam negeri. Ditargetkan pada akhir 2012 nanti seluruh penduduk Indonesia sudah memiliki e-KTP,” ujarnya.

Dia menilai, sistem e-voting akan memangkas biaya pemilu cukup signifikan. India, kata dia, hanya membutuhkan dana sekitar US$0,75 per calon pemilih dengan menggunakan teknologi tersebut.

“Kalau pada 2014 nanti ada sekitar 200 juta orang yang jadi pemilih di Indonesia, berarti dana yang dibutuhkan sekitar US$150 juta, atau Rp1,5 triliun. Padahal Pemilu 2009 lalu menghabiskan anggaran sekitar Rp21 triliun,” terangnya.

Marzan menuturkan sistem e-voting ini bisa dilakukan di negeri ini bila penduduknya sudah memakai KTP elektronik, sehingga mudah didata dan efisien.

Dia mengatakan data kependudukan yang valid dan lengkap sangat dibutuhkan, khususnya untuk e-KTP yang sudah dilengkapi biometrik dan sidik jari. Ujicoba untuk e-KTP itu dilakukan di beberapa kota antara lain Jembrana, Denpasar (Bali), Jogja, Malang (Jawa Timur), dan Cirebon (Jawa Barat).

''KTP elektronik ini jadi modal utama untuk berbagai hal, termasuk data pemilih. Ini bisa dijadikan sebagai bukti diri untuk bisa memilih dalam pemilu,'' jelasnya.

Peluang Industri Dalam Negeri

Group Leader program e-voting , Bowo Prasetyo meyakini, apabila e-voting berhasil dilakukan, maka akan banyak peluang bagi industri dalam negeri untuk ikut berperan serta menyiapkan perangkat keras dan lunaknya.

Dia mencontohkan, penyediaan perangkat keras seperti mesin e-voting (DRE+VVPAT, Direct Recording Equipment with Voter Verified Printed Audit Trail) yang meliputi perangkat pemungutan dan penyimpanan voting secara digital, perangkat pencetak kertas audit trail, perangkat verifikasi audit trail tanpa menyentuh , dan kotak suara untuk menyimpan audit trail.

Lebih lanjut Bowo menjelaskan, untuk mengatasi persoalan keterbatasan jaringan listrik, sarana infrastruktur yang kurang baik, dan kurangnya perlengkapan elektronik yang menunjang sistem e-voting, pihaknya berupaya mencari solusinya. Dia mencontohkan, teknologi battery operated akan disiapkan untuk daerah yang tidak memiliki jaringan listrik. Sedangkan untuk daerah yang perlengkapan eletroniknya tidak memadai, dapat digunakan PC biasa yang sudah dimodifikasi sesuai kebutuhan e-voting.


Lanjut ah...

70 Menara BTS di Kepulauan Seribu Diduga Ilegal

PARA pengelola dan pemilik menara telekomunikasi masih belum patuh terhadap aturan yang berlaku dalam mendirikan infrastrukturnya di daerah. Pemerintah Daerah Kepulauan Seribu menemukan sebanyak 70 base transceiver station (BTS) yang berdiri menjulang tanpa memiliki izin.

“Dari 80 BTS yang ada, hanya 10 yang mengantongi izin, sementara yang lainnya adalah bangunan liar,” kata Kasi TI Postel Sub Dinas Kominfomas Kepulauan Seribu Yurni usai pemantauan di Pulau Seribu seperti yang dikutip dari sebuah situs berita, Senin (17/5).

Dari 70 BTS yang dimiliki sejumlah perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia, 12 di antaranya sudah tidak beroperasi dan kondisinya sudah rusak. Kondisi menara yang rusak tersebut dapat membahayakan masyarakat setempat bila sewaktu-waktu roboh.

Adapun menara-menara tak berizin tersebut terdapat di Pulau Tongkeng, Pulau Matahari, dan Pulau Kelapa yang masuk wilayah Kecamatan Pulau Seribu Utara. Sedangkan menara ilegal yang bertengger di Pulau Seribu Selatan dijumpai di Pulau Pari, Pulau Tidung, dan Pulau Lancang. “Di lokasi wisata juga ada, seperti di Pulau Bidadari. Kami akan koordinasi dengan Sudin P2B Kepualuan Seribu,” tegas Yurni.

Karena dianggap luput dari pengawasan, sejumlah pemilik menara memandang remeh masalah perizinan menara di Kepulauan Seribu. Yurni mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan terhadap pemilik BTS yang tidak memiliki izin. Namun, panggilan tersebut belum dipenuhi hingga saat ini.

Kasi Telekomunikasi Dinas Kominfomas DKI Jakarta Yodida Y menganggap kehadiran menara BTS ilegal di Kepulauan Seribu sebagai permasalahan yang dilematis. Di samping pemda harus menegakkan aturan yang berlaku, kehadiran menara tersebut sangat dibutuhkan sebagai infrastruktur telekomunikasi untuk masyarakat.

“Pendirian menara BTS harus memenuhi persyaratan yang berlaku, seperti izin dari RT setempat, Sudin Tata Ruang, dan Sudin P2B,” jelas Yodida. Pemilik menara juga harus mendapat izin penempatan perangkat dari Dinas Kominfomas yang dilengkapi surat rekomendasi dari BPLHD, serta surat keterangan membangun dari P2B.

Dalam kesempatan terpisah, Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Dian Siswarini menyangkal keberadaan menara-menara ilegal tersebut. “Total keberadaan menara operator di Pulau Seribu tidak sebanyak itu dan hampir semua menara sudah memiliki IMB. Mungkin ada beberapa menara yang IMB-nya habis,” jelas dia.

Menurut Dian, pihaknya mengacu pada Peraturan Bersama Empat Menteri tentang Menara Telekomunikasi dimana menara tetap dapat dipertahankan walaupun masa IMB telah habis, selama digunakan sebagai menara bersama.

“Anggota ATSI akan selalu berusaha taat dengan aturan yang ada. Mungkin tower-tower tersebut bukan milik operator,” tegas Dian.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto kepada Investor Daily mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan mengenai keberadaan menara ilegal tersebut. “Pemda sebenarnya tidak ada kewajiban untuk melapor kepada kami,” jelasnya.

Namun, Kemenkominfo tetap sepakat jika para pemilik menara tersebut wajib ditindak jika terbukti tidak memiliki IMB sejak awal berdiri. “Kalau masa IMB menara tersebut habis dan tidak diperpanjang, pemiliknya harus menjelaskan alasannya,” kata Gatot.

Dia meminta pemda membuat aturan yang tidak bertentangan dengan surat keputusan bersama empat menteri tentang menara telekomunikasi. Beberapa waktu lalu, Pemda Badung sempat merobohkan sejumlah menara karena aturan setempat bertolak belakang dengan SKB empat menteri.


Lanjut ah...

Senin, 17 Mei 2010

Penjualan Software Zahir Ditarget Naik 30%

PT ZAHIR Internasional, produsen peranti lunak lokal (software) akuntansi bermerek Zahir Accounting, menargetkan tambahan sebanyak 3.500 pengguna (user) atau naik sekitar 30% pada tahun ini. Saat ini, Zahir Accounting sudah dipakai lebih dari 14.000 pengguna, yang umumnya merupakan usaha kecil menengah (UKM).

"Kami memang membidik segmen UKM, karena potensinya sangat besar. Berdasarkan data dari BPS pada 2008, jumlah UKM di Indonesia mencapai 49,8 juta dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 91 juta (97,3%)," kata Direktur PT Zahir Internasional Muhammad Ismail Thalib di Jakarta, Rabu (12/5).

Ismail optimistis bisa merealisasikan target tersebut. Apalagi, perusahaan ini telah mendapatkan sertifikat manajemen mutu ISO 9001:2008.

"Sertifikat manajemen mutu ini merupakan pengakuan internasional bahwa manajemen mutu PT Zahir Internasional sesuai standar yang berlaku di dunia Internasional," ujar dia.

Zahir Accounting dikembangkan sejak 1996. Kini, di usianya yang 14 tahun, PT Zahir Internasional telah menjadi salah satu perusahaan teknologi informasi (TI), khususnya software, yang diperhitungkan di Tanah Air.

Zahir Accounting telah memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi, baik tingkat nasional maupun internasional. Dia mencontohkan, The Best APICTA Indonesia 2003, Winner APICTA Indonesia 2002-2004, 50 Enterprise Company, dan Juara I Teknopreneur Award 2008. "PT Zahir Internasional melalui software Zahir Accounting, kini berhasil menapaki posisi sebagai market leader di bidang software akuntansi," kata Ismail.

Untuk memudahkan kalangan UKM, PT Zahir Internasional menyediakan dua pilihan Zahir Accounting. Sistem jual putus dengan harga berkisar dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta. "Kami juga menyediakan sistem sewa (prabayar) yang disebut Zahir Merdeka," kata Ismail.

Dia menyebutkan, Zahir Merdeka hadir dengan empat pilihan edisi untuk memenuhi kebutuhan berbagai bidang usaha. Edisi Small Business Accounting dijual Rp 34 ribu, Edisi Flexy Money Rp 103 ribu, Flexy Trade Rp 137 ribu, dan Edisi Personal juga Rp 137 ribu.

Humas PT Zahir Internasional, M Nizar menambahkan, produk-produk Zahir Accounting ditujukan untuk membantu para pengusaha UKM mengambil keputusan. "Kami menyebut Zahir Accounting bukan sekadar software akuntansi, melainkan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (Deciscion Support System)," kata Nizar.

Zahir Accounting mempunyai sejumlah keunggulan dibandingkan software asing. "Zahir Accounting merupakan software lokal yang sangat cocok dengan karakter bisnis di Tanah Air dan sangat mudah digunakan," ujarnya.



Lanjut ah...

Telkomsel Hadirkan Pusat BlackBerry di Bandung

TELKOMSEL bersama Malifax Indonesia menghadirkan pusat pelayanan bagi pelanggan BlackBerry bernama Mobilife di Bandung. Di Mobilife, pelanggan bisa memperoleh solusi lengkap seputar BlackBerry, seperti penanganan keluhan, garansi atas kerusakan, serta layanan download beragam aplikasi dan upgrade software terbaru.

Vice President Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo mengatakan, pelanggan juga dapat membeli paket bundling BlackBerry Telkomsel sekaligus mengaktifkannya di Mobilife. “Ke depannya Telkomsel akan menambah titik layanan pelanggan BlackBerry di 10 kota besar di Indonesia,” kata Gideon dalam siaran pers, Sabtu (15/5).

Dia menjelaskan, jumlah pelanggan BlackBerry Telkomsel saat ini lebih dari 320.000 atau bertambah sekitar 23% selama empat bulan 2010. “Sebagai operator selular terbesar yang paling banyak melayani pelanggan BlackBerry di Indonesia, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik,” kata dia.

Kehadiran pusat pelayanan BlackBerry di Bandung Electronic Center ini merupakan yang kedua, setelah yang pertama di Jakarta.



Lanjut ah...

Flexi Beri Bonus Rp 500 Ribu

PT TELEKOMUNIKASI Indonesia Tbk (Telkom) Divisi Flexi meluncurkan program Flexi Irit Mingguan Rp 5.000 demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan setianya. Program ini memungkinkan pelanggan Flexi mendapat top up pulsa senilai Rp 500 ribu untuk melakukan panggilan lokal dan SLJJ 01017 ke sesama Flexi di seluruh Indonesia selama satu minggu.

“Kami sekarang menggunakan tagline baru ‘Flexi, Lebih Irit, kan’, tidak lagi ‘Bukan Telepon Biasa’. Jargon baru ini diharapkan mempertegas posisi Flexi sebagai yang terdepan dengan harga terjangkau dibanding kompetitor,” kata Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata dalam siaran pers, Minggu (16/5).

Flexi adalah operator fixed wireless access (FWA) yang hingga Kuartal I 2010 memiliki pelanggan sebanyak 15,9 juta. Hingga akhir tahun ini, Telkom menargetkan penambahan pelanggan sedikitnya 1,8 juta. Flexi kini telah menjangkau lebih dari 320 kota dengan jumlah base transceiver station (BTS) lebih dari 5.500 unit.

Sementara itu, Deputy Executive General Manager Commerce Telkom Flexi Iskriono Windiarjanto menjelaskan, untuk mengikuti program terbaru itu pelanggan cukup SMS dengan format syntax 5000 kirim ke 123. Selanjutnya, pelanggan akan mendapatkan SMS balasan sebagai konfirmasi pengisian pulsa. Apabila berhasil, pelanggan akan menerima SMS notifikasi dan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 per minggu (termasuk PPN 10%).

Pelanggan yang berhasil mengirim SMS, langsung mendapatkan top up pulsa sebesar Rp 500 ribu yang dapat langsung digunakan untuk melakukan panggilan lokal dan SLJJ 01017 ke sesama Flexi. Setiap panggilan akan mengurangi bonus pulsa yang dimiliki. Untuk mengecek sisa bonus pulsa, pelanggan dapat menghubungi *99#.

Selain paket Bicara Irit Mingguan Rp 5.000, kata Iskriono, Flexi juga memiliki paket-paket irit mingguan lainnya. Di antaranya paket Facebook dan Twitter masing-masing Rp 1.000 per minggu, paket Online (Flexi Messenger, YM dan GTalk) Rp 2.000 per minggu serta paket Internet Unlimited Rp 15.000 per minggu.

“Dengan paket Facebook dan Twitter, pelanggan bebas ‘fesbukan’ dan ‘twitteran’ sepuasnya hanya Rp 1.000 per minggu. Caranya dengan mengakses menu Facebook dan Twitter pada Flexi Browser yang ada di semua terminal bundling Flexi,” ujar Iskriono.

Untuk paket Online mingguan, kata Iskriono, Flexi menawarkan paket Flexi Chatting untuk online sepuasnya dengan tarif Rp 2.000 per minggu. Untuk chatting sepuasnya, pelanggan bisa memilih Flexi Maessenger, Yahoo Messenger (YM) dan Google Talk (GTalk). Ketiganya bisa digunakan secara bersamaan.

Bagi pelanggan yang hobi ngenet, lanjut Iskriono, Flexi memiliki paket Internet Unlimited dengan tarif Rp 15 ribu per minggu. Untuk itu, peminat cukup mengirim SMS dengan format REG MINGGUAN ke 2255. Pelanggan akan dikirim username unik yang dapat digunakan untuk akses internet sepuasnya, baik menggunakan internet browser pada terminal bundling Flexi, maupun modem dan modemphone Flexi.


Lanjut ah...

Jumat, 14 Mei 2010

Sinergi Telkom dan Telkomsel Incar Pasar UKM

PT TELEKOMUNIKASI Indonesia Tbk (Telkom) kembali bersinergi dengan anak perusahaannya, PT Telekomunikasi Selular Tbk (Telkomsel) untuk memasarkan produk bersama bagi segmen korporasi maupun usaha kecil dan menengah (UKM).

Dua raksasa bisnis telekomunikasi di Indonesia ini memasarkan sejumlah produk Telkomsel, di antaranya Kartu Halo Corporate, Mobile VPN, Telkomsel Flash, BlackBerry, dan Bulk Data Package. Secara bersamaan, Telkom yang baru meluncurkan solusi cloud computing juga memasarkan beberapa produk antara lain Astinet, Dinaccess, VPN IP, Speedy, Ventus, Metro Ethernet, dan Fixed Wire Line.

“Dengan sinergi ini, semua kebutuhan pelanggan baik solusi fixed maupun mobile dapat terpenuhi, di mana Telkom dan Telkomsel memiliki lini produk yang lengkap,” kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia di Jakarta, Rabu (12/5).

Dia mengatakan, koordinasi Telkom-Telkomsel melalui satu pintu memudahkan pelanggan yang membutuhkan layanan telekomunikasi sesuai dengan kebutuhan. Paket sinergi solusi ini berpeluang dimanfaatkan oleh sektor UKM yang tidak memiliki infrastruktur teknologi dan informasi (TI) mumpuni.

“Pasar di sektor UKM cukup besar. Menurut data Kementerian Koperasi jumlah UKM di indonesia sekitar 30-35 juta,” kata Vice President Corporate Account Management Telkomsel Nyoto Priyono.

Telkomsel saat ini telah melayani total 6.500 perusahaan dengan empat ribu di antaranya berasal dari UKM. “Dengan diluncurkannya solusi-solusi ini, Telkomsel menargetkan 500 pelanggan baru di tahun 2010. “Namun, kami optimistis dapat meraih total sembilan ribu pelanggan,” kata Nyoto.

April 2010, Telkom telah meluncurkan solusi cloud computing dengan menggandeng Microsoft. Layanan ini memungkinkan pelanggan menyewa layanan TI, sedangkan pengelolaan infrastruktur, platform, maupun aplikasi dilakukan oleh pihak ketiga.

Dalam arti luas, pengembangan bisnis cloud computing meliputi Infrastructure as a Service (IAAS), Platform as a Service (PAAS), dan Software as a Service (SAAS) yang dihantarkan melalui sistem komputasi yang aman. “Dengan biaya Rp4-5 juta per bulan, UKM tidak perlu lagi berinvestasi untuk server sampai aplikasi,” kata Nyoto.


Lanjut ah...