Selasa, 21 September 2010

Telkomsel Kucurkan Rp 1,7 M untuk Safari Ramadhan

TELKOMSEL menutup rangkaian kegiatan safari Ramadhan tahun ini dengan memberikan bantuan untuk lima yayasan di Jakarta. Tahun ini, Telkomsel telah mengucurkan dana sekitar Rp1,7 miliar untuk melaksanakan safari Ramadhan di 11 kota di Indonesia.

Program Telkomsel Mensyukuri Ramadhan ini menyambangi sebanyak 55 yayasan di 11 kota yang mewakili wilayah regional Telkomsel, di antaranya Banjarmasin, Palembang, Ternate, Medan, Jembrana, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Karawang, Sidoarjo, dan Jakarta. Bantuan tersebut disalurkan ke 44 panti sosial seperti yayasan panti sosial, panti jompo, panti asuhan, lembaga pemasyarakatan (lapas), serta 11 masjid bersejarah.

"Bantuan yang kami berikan merupakan wujud syukur atas pencapaian perusahaan dan semoga apa yang kami berikan menjadi manfaat bagi mereka dan yayasan yang menaunginya," kata Tri Wahyusari, Direktur Keuangan Telkomsel, di sela penutupan kegiatan Ramadhan Telkomsel di Lapas Wanita Tangerang, Selasa (7/9).

Rangkaian kegiatan Ramadhan ini diakhiri di Jakarta melalui penyerahan bantuan bagi Yayasan Peduli Tuna Daksa, Panti Jompo Yayasan Kesejahteraan Sosial Al-Madiniyah Pusaka 41, Panti Asyuhan Yayasan Luar Batang, Mesjid Keramat Luar Batang, dan Lapas Wanita Tangerang.

Khusus Yayasan Peduli Tuna Daksa, Telkomsel memberikan 50 pasang kaki palsu. "Pemberian kaki palsu ini dimaksudkan agar para tuna daksa memiliki kembali kemudahan menjalankan aktivitasnya sehari-hari," kata Ricardo Indra, GM Corporate Communications Telkomsel.

Selain Safari Ramadhan, Telkomsel juga merenovasi 60 masjid di desa-desa lokasi pengerjaan universal service obligation (USO) desa berdering, serta pelatihan teknisi ponsel kepada 100 anak jalanan dan penderita cacat fisik.

"Kami berharap semua pelaku bisnis juga peduli dengan saudara-saudara kita yang belum beruntung," kata Tri.

Telkomsel mengalokasikan dana Rp26 miliar untuk kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tahun ini. Tri mengatakan fokus utama penyaluran dana CSR Telkomsel masih dititikberatkan ke sektor pendidikan.

Operator dengan 91 juta pelanggan ini juga menyediakan fasilitas Layanan Donasi PMI dan Infaq Baznas melalui ponsel.

Lanjut ah...

Rabu, 08 September 2010

AHA Buka Pusat Layanan di Surabaya

PT BAKRIE Connectivity, anak perusahaan PT Bakrie Telecom Tbk, membuka pusat layanan pelanggan akses internet cepat AHA pertama di Indonesia di kota Surabaya. Pusat layanan yang diberi nama AHAWorld ini berlokasi di Hitech Mall Surabaya.

”Kami melihat Surabaya sebagai pasar layanan data yang sangat potensial dan hal ini harus diimbangi dengan adanya saluran tempat masyarakat secara langsung mendapatkan berbagai informasi dan menyampaikan keluhan tentang layanan AHA,” ujar Direktur Utama Bakrie Connectivity Erik Meijer saat meresmikan AHAWorld di Surabaya, Sabtu (4/9/2010).

Erik menilai Surabaya memang memiliki potensi besar layanan akses internet berkecepatan tinggi. Penetrasi internet di kota pahlawan ini tergolong masih sangat terbatas, hanya 12%. Jauh di bawah penetrasi internet nasional yang mencapai 16%.

Padahal sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, juga sebagai pusat perdagangan dan usaha, Surabaya punya potensi yang sangat luar biasa di masa depan. AHA juga kali pertama diluncurkan secara komersial di Surabaya sebelum membuka layanan ke kota-kota lainnya. Selama dua bulan sejak diluncurkan Juni 2010, AHA telah berkembang di 12 kota Jawa, Bali, dan Sumatera.

Menurut Erik, besarnya potensi internet Surabaya bisa dilihat dari segmentasi pengguna internet. Meskipun penetrasinya tergolong rendah, pengguna dari kelompok usia muda merupakan tertinggi secara nasional. Pengguna internet dalam rentang usia 14 – 29 tahun berjumlah 28% dari seluruh pengguna internet nasional. Kebanyakan dari mereka menggunakan internet sebagai social media dan menikmati layanan musik.

“Golongan pengguna ini bukan saja sangat melek teknologi tapi juga sangat kritis dalam menilai dan memilih layanan data. Sebuah pusat layanan di mana mereka bisa secara langsung dan personal mendapatkan informasi dan juga mendapatkan solusi atas persoalannya merupakan hal mutlak yang perlu dipenuhi oleh service provider macam Bakrie Connectivity,” jelas Erik.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan, AHA juga menghadirkan produk baru berupa dongle Huawei EC167. Kehadiran produk baru ini akan melengkapi pilihan masyarakat untuk mengakses internet. Sebelumnya AHA telah memiliki perangkat USB Modem Olive tipe VME-11, Samsung Corby dan Nokia.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan produk AHA maka Bakrie Connectivity, selain di Gerai Esia Surabaya di Jalan Darmo dan berbagai outlet di sentra penjualan komputer dan handphone Surabaya, produk AHA juga hadir di pusat perbelanjaan, termasuk di Carefour dan Hypermart. Kecepatan akses internet juga ditingkatkan dengan melipatgandakan kapasitas mengantisipasi lonjakan pelanggan sekaligus mengantisipasi lonjakan trafik di hari raya Idul Fitri.

”Masyarakat bisa lihat sendiri upaya kami meningkatkan layanan. Lokasi penjualannya kami perbanyak, kapasitas jaringan kami gandakan dan pusat layanan tatap muka juga kami dirikan," jelas Erik.

Lanjut ah...

Flexi Perbanyak Bundling Ponsel Branded

TELKOM Flexi berupaya memperkuat penetrasi pasar dengan meluncurkan sejumlah program bundling dengan beberapa pabrikan ponsel. Kali ini fokusnya adalah bundling dengan ponsel bermerek (branded), Nokia dan merek terkenal lain.

General Manager Commerce Telkom Flexi Area Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara Suparwiyanto mengatakan, program bundling sangat efektif untuk mendongkrak penguasaan pasar. Pemimpin pasar di layanan CDMA itu menargetkan, 10% penambahan pelanggan didapatkan dari program bundling.

"Kalau misalnya, dalam sebulan kami melempar sekitar 600 ribu kartu perdana ke pasar, 10% di antaranya kami harapkan dari program bundling. Program semacam ini juga menghasilkan pelanggan berkualitas dan loyal karena untuk membelinya perlu effort lebih dibanding jika hanya membeli kartu perdana saja," kata Suparwiyanto di Surabaya, Rabu (1/9).

Suparwiyanto mengatakan, Flexi menggandeng semua pabrikan dan vendor ponsel untuk program bundling, mulai dari pabrikan yang sudah ternama seperti Nokia maupun vendor ponsel lokal. Yang teranyar, Flexi meluncurkan Nokia 1506 dengan harga pada kisaran Rp 300 ribu.

"Untuk Nokia 1506, kami lempar 50 ribu unit ke pasar. Sejauh ini sudah terserap sekitar 25%. Kami yakin, setelah Lebaran, semua terserap pasar," ujar General Manager East PT Parastar Echorindo Sinarta Gunawan.

Sinarta mengatakan, Nokia selama ini masih serius menggarap ponsel CDMA kendati porsinya tak sebesar ponsel GSM. Tahun ini ada tiga seri ponsel CDMA, mulai dari Nokia 1506 yang menyasar segmen bawah, Nokia 3806 untuk kelas menengah, dan Nokia 6316 untuk segmen atas. Nokia 3806 dipasarkan di atas harga Rp1 juta.

Namun, produk ini belum di-bundling dengan operator CDMA mana pun. Khusus ponsel Nokia 6316, kata dia, yang dipasarkan dengan harga Rp 2 juta, bisa juga digunakan sebagai modem EVDO.

"Tahun lalu kami juga sudah melakukan program bundling dengan Flexi lewat Nokia 1508 yang bisa digunakan sebagai modem," jelas Sinarta.

Trafik Data Naik 20%

Dua pekan menjelang Lebaran, trafik telekomunikasi sudah melonjak. Trafik data Telkom Flexi sudah naik 20% dibanding trafik normal. ”Saat ini yang kelihatan naik baru trafik data, sudah naik 20%. Okupansi terus meningkat, kini mencapai 50%," ujar General Manager Network Flexi Area Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara Telkom I Ketut Budi Utama.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya mengajukan kenaikan kapasitas dari 512 Mbps menjadi 1 Gbps setelah Lebaran nanti. Untuk layanan data ini ada peningkatan luar biasa karena pada 2009 baru 60 Mbps. “Kapasitas PDSN juga meningkat jadi 120.000 session dalam waktu bersamaan,” kata dia.

Lonjakan trafik data, sambung dia, seiring dengan program Flexi yang terus menggenjot bisnis layanan data. Penjualan modem yang menggandeng sejumlah vendor direspons positif oleh pasar. Belum lagi para pelanggan yang mengakses internet dari ponsel. Dari sisi layanan suara, trafiknya masih stabil. Layanan suara diprediksi akan mencapai puncak pada H-1 hingga H+1 dengan perkiraan mencapai 4-5 juta panggilan per jam.

Ketut mengatakan, saat ini kapasitas mobile switching center (MSC) Flexi mampu melayani 16 juta call per jam. ”Kami terus memperbaiki kualitas. Kapasitas masih longgar okupansi suara masih 30%. Tingkat keberhasilan panggilan juga terus meningkat. Pada 2008 sebesar 95%, naik 97% pada 2009. Tahun ini terkerek menjadi 98%,” jelas dia.

Adapun untuk SMS, sudah mulai naik sekitar 7% dari trafik normal. Ketut memprediksi, saat H-1 hingga H+1, trafik SMS akan naik 5 juta SMS per jam menjadi 8-9 juta SMS per jam. Kemampuan server SMS Flexi sendiri mencapai 16 juta SMS per jam. “Jadi, kalau pun nanti trafik SMS naik tiga kali lipat, kami jamin masih lancar,” jelasnya.

Anak Combo

Ketut menambahkan, Flexi menyiapkan dua juta anak combo di Jatim. Tahun lalu, dari 1,2 juta anak combo yang disiapkan, 905 ribua di antaranya terpakai. Penggunaan nomor combo tertinggi di kota-kota yang menjadi kantung pemudik, seperti Madiun, Ngawi, Nganjuk, atau Mojokerto. Telkom telah memindahkan satu server database dari Bandung ke Surabaya untuk menyimpan nomor combo.

Tahun ini, Flexi menambah jumlah BTS-nya di Jatim hingga 200 BTS. Selain itu, Flexi masih mempunyai 32 mobile BTS yang siap melayani wilayah-wilayah tertentu yang membutuhkan dukungan jaringan. Total BTS yang dimiliki Flexi di Jatim kini mencapai 1.309 dan mampu menjangkau lebih dari 90% wilayah Jatim.

Lanjut ah...

Esia Bangun Kesetiaan Pelanggan

PT BAKRIE Telecom Tbk menyerahkan bingkisan hadiah kepada pelanggan setianya bertepatan dengan hari pelanggan nasional pada 4 September. Ini untuk membangun kesetiaan pelanggan melalui kepuasan layanan.

“Kesetiaan itu harganya mahal. Bukan saja dari sisi biaya, tapi juga membutuhkan proses panjang lewat konsistensi pengalaman yang menyentuh emosi personal,” kata Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Erik Meijer dalam siaran pers, akhir pekan lalu.

Selain produknya sederhana, terjangkau dan inovatif, lanjut Erik, pelanggan Esia memiliki kebebasan untuk menentukan layanan macam apa yang hendak dikonsumsi. “Bukan lagi operator yang menentukan. Kami menamakannya Shifting The Paradigm,” kata Erik.

Tarif SMS Rp 1 per karakter yang ditawarkan Esia, menurut Erik, memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk menentukan besar biaya komunikasi via SMS dengan menentukan panjang pesan yang dikirim. Esia Suka-Suka merupakan kartu perdana pertama di dunia yang memungkinkan pelanggan mentnukan nomor yang diinginkan.

Keseluruhan langkah komesial itu, menurut Erik, mampu memberikan kepuasan terhadap pelanggan dan menjadikan mereka pelanggan setia. Itulah sebabnya jajaran manajemen Bakrie Telecom selalu memberikan perhatian khusus pada kesetiaan pelanggan, terutama tiap tahun pada hari pelanggan.

“Perhatian langsung selain mendapatkan insight pelanggan, juga menjadi kejutan menyenangkan bagi pelanggan yang membuat mereka sangat dihargai sehingga menjadi pengalaman yang bermakna dan membekas dalam ingatan pelanggan,” jelas dia.

Esia juga menciptakan program kado Lebaran dan program gratis. Kado Lebaran diberikan kepada pelanggan terlama Esia dan pelanggan dengan pemakaian Esia terbanyak (masing-masing untuk pelanggan pascabayar dan prabayar). Selain itu Kado lebaran dihadiahkan pula kepada pelanggan yang paling sering menghubungi contact center Esia dan pelanggan yang paling sering berkunjung ke Gerai Esia.

“Jarang ada program komersial yang fokus pada pelanggan pascabayar. Kebanyakan program dibuat untuk pelanggan prabayar. Padahal kontribusinya cukup besar bagi pendapatan perusahaan,” kata Erik. Program ini memberi pesan khusus bahwa pelanggan pascabayar Esia tidak pernah dilupakan.

Sedangkan program khusus bagi pelanggan yang paling sering datang ke Gerai Esia maupun menghubungi contact centre Esia adalah karena mereka adalah pelanggan Esia sejati. “Mereka datang untuk menyampaikan keluhan atau membeli produk Esia,” kata Erik.

Selain itu, Esia juga memberikan gratis SMS nonstop selama satu hari pada 4 September dan gratis SMS sesama pelanggan Esia selama sebulan penuh untuk pelanggan Esia prabayar dan pascabayar. Esia juga memberikan gratis nada sambung selama 14 hari dan gratis voucher isi ulang layanan Internet AHA senilai Rp 20 ribu buat pelanggan yang membeli produk AHA di Gerai Jakarta tanggal 3 dan 4 September 2010.

Lanjut ah...

Operator Berangkatkan Ribuan Pemudik

OPERATOR telekomunikasi memberangkatkan ribuan pemudik ke kampung halamannya di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Setelah Telkomsel memberangkatkan 5.600 pemudik, giliran Telkom, Indosat dan XL memberangkatkan 6.800 orang pemudik dengan angkutan bus.

Pemudik yang diberangkatkan adalah para mitra operator dan peritel, yang selama ini mendukung operator memasarkan produk-produk telekomunikasi. Telkom memberangkatkan empat ribu pemudik, Indosat 1.800 pemudik, dan XL 1.000 pemudik.

“Kami berharap para mitra dan peritel dapat terus mendukung dan meningkatkan militansinya dalam memasarkan produk-produk Telkom,” kata Dirut telkom Rinaldi Firmansyah saat pelepasan Mudik Bersama Telkom Group di Jakarta, Selasa (7/9).

Telkom Group tahun ini memberangkatkan sebanyak empat ribu orang dari keluarga mitra, frontliner, dan outlet di pinggir jalan. “Kami menyiapkan sebanyak 125 bus. Sebanyak 85 bus kami berangkatkan dari Jakarta, sisanya diberangkatkan dari Surabaya,” jelas Vice President Public & Marketing Telkom Eddy Kurnia.

Pendanaan untuk program ini, kata Rinaldi, diambil dari alokasi promosi dan Kepedulian Sosial Perusahaan (CSR) Telkom lebih dari Rp 4 miliar dari total alokasi dana CSR perusahaan yang sebesar Rp90 miliar.

Selain mudik bersama, Telkom juga menyediakan enam Posko Telkom Peduli dan empat Telkom Group di jalur-jalur padat pemudik maupun lokasi-lokasi strategis di antaranya Pelabuhan Bakauheni, Masjid Darussalam Indramayu, Kampung Kopi Banaran, Masjid Fairus Batang, SPBU Margasana Purwokerto, RM Duta 1 Madiun dan Pantai Pasir Putih Situbondo. Anak usaha Telkom, Telkomsel, juga menggelar 802 Posko Telkomsel Siaga di seluruh Indonesia.

Sedangkan Indosat memberangkatkan lebih dari 1.800 peritel Mentari-Matrix-IM3 melalui program Mudik Senyum Indosat. Tahun ini, Indosat menyediakan 25 bus yang terbagi dalam dua jalur, yaitu 11 bus di jalur selatan dan 14 bus jalur utara. Selain itu, Indosat menyediakan 1.357 posko bagi pemudik.

“Program ini merupakan kepedulian sekaligus apresiasi kami terhadap ujung tombak penjualan produk Indosat dan juga bagi pelanggan Indosat untuk membantu mereka melakukan aktivitas mudik dengan mudah dan nyaman,” kata Andi Samsul Hadi, Head of Jabotabek Region Indosat.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi, Indosat telah menyiapkan layanan meningkatkan kapasitas layanan SMS sebesar 200% atau 900 juta SMS/hari, serta kapasitas voice sebesar 120% atau 700 juta menit/hari. Khusus untuk layanan data, Indosat meningkatkan kapasitas mencapai 250% dibanding tahun lalu atau menjadi 100 Terabyte/hari. Indosat juga akan melakukan upgrade kapasitas link ke RIM menjadi 1Gbps untuk meningkatkan layanan BlackBerry Indosat selama bulan Ramadhan.

Dalam kesempatan terpisah, PT XL Axiata Tbk (XL) menyiapkan 15 bus, 55 minibus, dan dua gerbong kereta untuk seribu mitra dan peritel. “Program XL Bareng Rame ini merupakan penghargaan bagi teman-teman frontliner yang sudah membantu memasarkan dan mengenalkan layanan XL secara luas kepada masyarakat,” kata Presdir XL Hasnul Suhaimi.

Selain menyiapkan bus, XL juga membagikan uang saku Rp 400 ribu, untuk masing-masing peserta mudik beserta asuransi, tas dan perlengkapan perjalanan, serta bingkisan Lebaran dari Indomaret sebagai mitra XL dalam program ini.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan, semua bus yang dipergunakan dalam program ini dilengkapi dengan perangkat GPS yang memberikan informasi atau data pergerakan bus. Dengan demikian, XL sebagai penyelenggara dapat memantau keberadaan rombongan.

”Alat ini juga akan sangat berguna untuk memantau kondisi jalan sehingga kemungkinan terjebak kemacetan di jalan bisa diminimalisasi,” ujar Hasnul.

Lanjut ah...

Selasa, 07 September 2010

Telkomsel Berangkatkan 5.600 Pemudik

SEPERTI Lebaran tahun-tahun sebelumnya, Telkomsel kembali memberangkatkan ribuan pemudik dengan beragam moda transportasi, mulai dari kapal laut, bus, hingga mobil. Tahun ini, pemudik yang diberangkatkan sekitar 5.600 orang dan hampir separuhnya menggunakan kapal laut.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, sebanyak 1.500 pemudik diberangkatkan dengan KM Gunung Dempo menuju Tanjung Perak Surabaya, sebanyak 500 orang dengan KM Dorolonda menuju Balikpapan, dan 500 orang lagi dengan KM Lambelu menuju Makassar.

Para pemudik yang menggunakan jalur laut tak perlu khawatir tak bisa berkomunikasi. Saat ini, Telkomsel telah memasang base transceiver station (BTS) di atas kapal sehingga pelanggan Kartu Halo, Simpati, dan Kartu As tetap bisa berkomunikasi dengan sanak keluarganya selama di atas kapal.

“Sebanyak 15 kapal Pelni telah memiliki BTS. Total dana yang diinvestasikan mencapai Rp 26 miliar. Masih ada 18 kapal Pelni lagi yang belum dipasang BTS,” kata Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, Senin (6/9).

Sarwoto menjelaskan, selain memasang perangkat di atas kapal, Telkomsel juga melengkapi kapal itu dengan sarana pelayanan publik berupa dua pesawat telepon FWT (Fixed Wireless Telephony) sebagai warung seluler (warsel) bagi mereka yang belum mempunyai ponsel.

Lima belas kapal Pelni yang sudah melayani pelanggan Telkomsel itu adalah KM Sinabung, KM Gunung Dempo, KM Labobar, KM Bukit Raya, KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Tidar, KM Nggapulu, KM Bukit Siguntang, KM Kelimutu, KM Lambelu, KM Sirimau, KM Kelud, KM Dorolonda, dan KM Lawit.

Sementara itu, Corporate Secretary Telkomsel Aulia Marinto mengatakan, kecenderungan penggunaan telepon dan SMS selama dalam perjalanan relatif tinggi. Sambil menanti tiba di tempat tujuan, pemudik biasanya memainkan handphone-nya untuk berkomunikasi dengan teman atau sanak saudara.

"Kami melihat ada potensi ekonomi di situ. Setelah itu, timbul suplai dari voucher," papar dia. Untuk distribusi voucher di atas kapal, Telkomsel menggandeng koperasi Pelni.

Vice President Specialist Area Development Telkomsel Bambang Utomo mengungkapkan, pendapatan rata-rata dari atas kapal Pelni belum mencapai Rp100 juta per bulan atai tidak sebanding dengan investasi dan biaya operasional yang dikeluarkan Telkomsel. Namun, menjelang Lebaran, pendapatan meningkat hampir menembus angka Rp 200 juta.

“Untuk jaringan di atas kapal, Telkomsel menggunakan teknologi VSAT IP dengan biaya bulanannya Rp 10 juta, bukan transmisi satelit yang biaya normalnya mencapai Rp80 juta per bulan," kata Bambang.

Selain itu, Telkomsel juga memberangkatkan pemudik lewat jalur datat. Sebanyak 2.300 pemudik jalur darat, yang terdiri atas frontliner, mitra dealer dan outlet di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Mereka menuju tujuh jalur mudik utama di sepanjang Jawa dan Lampung.

Pemudik lewat jalur darat yang diberangkat Telkomsel itu menggunakan 200 kendaraan dari komunitas Axic (AvanzaXenia Indonesia Club), Teruci (Terios Rush Club Indonesia), i-LOC (Indonesian Livina Owners Community), dan Innova Community. Tiap mobil berisi empat orang sehingga totalnya 800 orang, yang akan diberangkatkan hari ini (7/9) dari Parkir Timur Senayan, Jakarta. Telkomsel menyediakan uang bensin sebesar Rp1 jutadan voucher belanja T-Cash senilai Rp500 ribu per mobil.

Untuk menambah kenyamanan mudik, Telkomsel dan mitra menggelar 802 PoskoSiaga yang terdiri atas 9 posko utama (termasuk 2 posko utama sinergi), 21 posko wisata, 22 posko BTSP (Bandara, Terminal, Stasiun, Pelabuhan), serta 750 OutletSiaga (termasuk 100 unit Mobile Posko) yang tersebar di sepanjang jalur mudik utama Sumatera hingga Bali.

Di Posko Siaga para pemudik dapat singgah untuk beristirahat sejenak sambil menikmati fasilitas gratis, seperti tajil untuk berbuka puasa, toilet, ruang sholat, pijat refleksi, obat-obatan, isi air radiator, isi angin, jasa pembersih kaca mobil, layanan charging ponsel, layanan reparasi ponsel, dan layanan internet. Tersedia pula layanan penjualan kartu perdana, voucher isi ulang, paket bundling, aktivasi Nada Sambung Pribadi (NSP), penukaran TelkomselPoin, serta permainan interaktif dengan hadiah-hadiah menarik.

Lanjut ah...

Sitra WiMax Uji Coba Komersial

PT FIRST Media Tbk mulai melakukan uji coba layanan Sitra WiMax di Jakarta, khususnya untuk kawasan Puri Indah dan Kebon Jeruk pada September ini. Uji coba ini dilakukan guna merangsang respons pasar terhadap layanan internet Wimax yang dihadirkan operator Sitra Wimax.

Pengguna yang berada di kawasan tersebut dapat mencoba layanan tersebut secara gratis selama tiga bulan ke depan. Promo layanan ini digelar di PX Pavilion, St. Moritz, Puri Indah pada 1-12 September 2010.

“Modem tidak kami bagikan gratis, masyarakat hanya kami tawarkan untuk mencoba selama tiga bulan,” kata Presiden Direktur First Media Hengkie Liwanto kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (1/8).

Pasca memenangi tender Broadband Wireless Access (BWA) frekuensi 2,3GHz, First Media menjadi operator pertama yang menggelar layanan akses internet berteknologi Wimax. Pada Juni lalu, Firt Media, bahkan menjadi operator BWA pertama yang mendapat Uji Laik Operasi (UKO) dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

First Media adalah satu dari delapan perusahaan yang mendapat lisensi BWA dari pemerintah pada akhir tahun lalu. Perusahaan yang berada di bawah payung Group Lippo ini adalah pemegang lisensi BWA untuk zona Sumatera bagian Utara, serta zona Jadebotabek dan Banten.

Setelah mendapat ULO pada Juni lalu, First Media kini menggelar uji coba secara komersial dengan mengajak konsumen mencoba layanan Sitra Wimax. Saat ini layanan Sitra Wimax telah meng-cover kawasan Karawaci, Tangerang, dan daerah Puri Indah dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Setelah Puri Indah dan Kebonjeruk, uji coba akan kami lanjutkan di wilayah lain di Jabodetabek,” kata Hengkie.

Sementara itu, Chief Marketing Officer First Media Jerome The mengatakan, bagi konsumen yang melakukan registrasi langsung di PX Pavilion The St. Moritz, Puri Indah, Jakarta, pihaknya menyiapkan modem gratis. “Namun, modem gratis itu hanya untuk beberapa ribu pelanggan saja,” kata Jerome.

Untuk tahap awal, Sitra Wimax menggelar layanan internet di wilayah Karawaci, Puri Kembangan dan Kebon Jeruk, Jakarta.

Sitra Wimax akan memeriksa cakupan layanan (coverage check) guna memastikan lokasi tempat tinggal pendaftar berada dalam jangkauan jaringan.

"Kami ingin para pelanggan mencoba jaringan ini untuk mendapatkan masukan tentang pola penggunaan dan kebutuhan mereka, sehingga kami dapat memberikan layanan yang lebih baik saat peluncuran komersial nanti," kata Jerome.

Uji coba ini, lanjut dia, akan memberikan masukan terhadap kualitas jaringan dan skema layanan yang lebih baik.

30 Juta

Menurut dia, Sitra WiMax 4G diluncurkan untuk merespons kebutuhan akan internet dengan koneksi cepat. Di Indonesia, penggunaan internet dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2009, pengguna internet tercatat mencapai 30 juta orang atau 13% dari total populasi. Sebelumnya pada tahun 2000, pengguna internet hanya 1% dari jumlah populasi penduduk dan pada 2007 naik menjadi 9% dan pada 2008 menjadi 11%.

First Media melihat ini sebagai peluang besar untuk memaksimalkan penambahan jumlah pelanggan. "Dari 30 juta pengguna internet baru sekitar empat juta yang menggunakan internet berkecepatan tinggi. Ini peluang buat kami untuk meningkatkan pelanggan," kata Hengkie.

Sitra Wimax tersedia dalam tiga pilihan paket dengan kecepatan 1,2 Mbps dan 4 Mbps. Layanan tersebut akan beroperasi di pita frekuensi 2,3Ghz dan berstandar dasar IEEE 802.16d. Sitra Wimax bekerja dengan cara mentransmisikan data dari Base Transceiver Station (BTS), ke terminal khusus (modem) pelanggan yang dalam hal ini disebut Customer Premise Equipments (CPE). Pelanggan juga bisa menghubungkan CPE ke router WiFi.

Lanjut ah...